Fachrul Khairuddin
Fachrul Khairuddin karyawan swasta

Terus Menulis!!!

Selanjutnya

Tutup

Hijau

Pembangunan Makassar yang Menghapus Kenangan

14 November 2017   10:13 Diperbarui: 14 November 2017   10:18 1332 3 3
Pembangunan Makassar yang Menghapus Kenangan
Losari dan reklamasi di depannya (dok. TripAdvisor)

Pantai Losari

Bukan cuma Jakarta yang kehilangan pantai karena reklamasi, Makassar juga demikian. Resmi, per 2018, Losari berubah status: dari pantai yang indah berubah menjadi alun-alun kota. "Tak ada lagi sunset yang indah. 'Tak ada lagi pemandangan bebas ke arah laut. Yang tersisa hanyalah anjungan tempat perhelatan dengan hiasan serupa kolam di sisinya. Sebabnya adalah proyek reklamasi Centre Point of Indonesia (CPI).

Proyek CPI menimbun pantai di depan Losari. Timbunan itu membuat air di Losari jadi serupa kolam yang dikelilingi daratan, bukan lagi pantai. Jika timbunan itu juga sudah dibanguni gedung tinggi, hilanglah pemandangan sunset.    

Becak

Becak adalah ciri khas kota Makassar yang sering dibangga-banggakan. Sayangnya, kendaraan roda tiga itu sebentar lagi menjadi kenangan. Ketika Walikota Ilham melegalkan beroperasinya becak motor (bentor), ketika itu pula lonceng kematian becak berbunyi. Ketika Walikota Dannya membuat patung becak di Losari, itu adalah tanda: becak akan menjadi kenangan; menjadi sejarah. Anak-cucu yang mau tahu tentang becak, datang saja ke Losari dan lihatlah patungnya.

Patung becak di Losari (dok. Namnamstory)
Patung becak di Losari (dok. Namnamstory)

Pohon-pohon

Awal tahun 2000-an, Makassar dikenal sebagai kota ruko. Itu karena pembangunan ruko marak. Rumah tampilan jaman dulu yang luas pekarangannya tiba-tiba berubah menjadi ruko. Selain mengganggu estetika, pembangunan ruko juga mengorbankan banyak pohon. Pohon mahoni yang tinggi dan kokoh tiba-tiba hilang demi ruko, juga trotoar.

Babat pohon Makassar (dok. Bobby Fajar Purna)
Babat pohon Makassar (dok. Bobby Fajar Purna)

Sampai di sini, saya jadi berpikir apa yang harus dikenang dari kota ini.