Mohon tunggu...
Faatihah Abwabarrizqi
Faatihah Abwabarrizqi Mohon Tunggu... Freelancer - faatihaha.com

penyuka hujan dan penggila nanas.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

6 Hal yang Sering Dikira Sedikit, Ternyata Banyak

2 Agustus 2019   13:10 Diperbarui: 2 Agustus 2019   14:27 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tusukgigi adalah salah satunya (Tribunnews)

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Sadar atau tidak, kita sering tidak menganggap sesuatu yang sedikit sebagai hal yang serius, padahal kenyataannya jika semua orang beranggapan sama, akhirnya yang sedikit itu pun akan menjelma menjadi sesuatu yang banyak. Berikut ini adalah 'bukit-bukit' yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang.

1. Air yang menetes saat keran tidak tertutup rapat

Anggaplah setiap detik, satu tetes air keran yang tidak tertutup rapat memiliki volume 0,05 mililiter (id.quora.com, 31/07/19). Jika satu orang membuka-tutup kran 5x sehari dan orang lain akan membuka-tutup kran yang sama setelah 20 menit. Maka dalam satu hari di Indonesia yang tahun ini sebanyak 269 juta jiwa (katadata.co.id, 31/07/19), telah menyia-nyiakan air sebanyak (269 x 10^6 x 0,05 x 60 x 20 =) 16.140.000 liter air setara dengan 1000 tangki Pertamina kapasitas 16KL, terbuang setiap hari. Setelah ini, pastikan menutup keran serapat-rapatnya yaa!

Sedikitnya air sebanyak 1000 tangki Pertamina kapasitas 16 KL terbuang setiap hari

2. Nasi yang tersisa di piring

Mari menganggap setiap orang di Indonesia makan nasi setidaknya duakali sehari. Jika setiap orang menyisakan 5 butir nasi di piring mereka saat mengakhiri makan, maka akan terbuang (269 x 10^6 x 5 x 2=) 269 x 10^7 butir nasi. Satu butir beras memiliki berat rata-rata 1/64 gram (brainly.co.id, 31/0/19). Maka setiap hari bisa jadi ada sekitar 42,031250 ton beras berupa nasi yang terbuang. Untuk makan ayam sekampung tujuh belas turunan belum tentu habis, jadi mulai sekarang yuk ambil nasi secukupnya dan pastikan tidak ada yang terbuang.

Sedikitnya beras dalam wujud nasi sebanyak 42 ton terbuang setiap hari

3. Bahan Bakar Minyak (BBM) saat kendaraan berhenti di lampu merah

Jika satu minggu, ada 6x perjalanan pulang-pergi selama 20 menit, menghabiskan 3 liter bensin. Maka setiap detik ada sekitar (3000ml/(6x20x6)=) 4,16 ml yang dibakar oleh kendaraan. Padahal anggaplah setiap orang Indonesia berkendara, terhenti satu kali sehari oleh lampu merah selama 10 detik, sedikitnya ada (269 x 10^6 x 10 x 4,16ml =) 11.190,4 KL BBM, setara 700 tangki Pertamina kapasitas 16 KL, terbuang untuk berhenti. Ini manfaat adanya teknologi idling di kendaraanmu, jangan di-stop jika kamu peduli.

Sedikitnya BBM sebanyak 700 tangki Pertamina kapasitas 16 KL terbuang setiap hari

4. Kertas untuk bukti transaksi

Rasa-rasanya setiap hari setiap orang selalu bersinggungan dengan kertas bukti transaksi, entah setelah belanja di mini market, mendapat karcis parkir, setelah transaksi di ATM dan lain-lain. Jika kertas struk atau karcis ini berukuran 5 x 8 cm, maka setiap hari di Indonesia setidaknya ada (269 x 10^6 x 40 cm^2=10.760 x10^6 / 311.850 (area 1 rim kertas A4)=) 34.503,7 rim kertas. Banyak sekali kan? Untuk cetak skripsi 7 angkatan juga masih sisa. Padahal ini hanya dalam satu hari.

Sedikitnya kertas sebanyak 34 ribu rim tersia-sia setiap hari

5. Kantung plastik, bahkan yang kecil sekalipun

Kantung plastik ukuran kecil yang beredar di pasaran berukuran 15 x 15 cm memiliki berat sekitar 2 gr. Jika rata-rata satu keluarga di Indonesia terdiri dari 5 orang, dan setiap keluarga bersinggungan dengan setidaknya satu kantung plastik terkecil setiap harinya, maka ada sekitar (269/5 x 10^6 x 2gr =) 107,6 ton plastik beredar dan terbuang entah kemana setiap harinya. Yuk, memulai usaha recycling kantung plastik bekas pakai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun