Mohon tunggu...
Eyok Elabrorii
Eyok Elabrorii Mohon Tunggu... Author

Penulis yang mencintai air putih dan slow-rock

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Yagami Mencintai Bintang Film Biru

4 Agustus 2020   21:56 Diperbarui: 4 Agustus 2020   22:00 98 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Yagami Mencintai Bintang Film Biru
Image by Pablo Picasso

Malam itu, Yagami dan Sakura bercakap-cakap dalam bahasa Jepang pada kamar pengantinnya "Kita coba gaya ini. Aku paling suka gaya ini". Yagami menjeda video yang ditontonnya itu, "Sepertinya kau sudah hafal semua gaya yang sering aku mainkan dalam semua video-videoku". Yagami tersenyum, memandang wajah Sakura lekat-lekat, "Aku sudah cerita, aku penggemar beratmu". Tadi pagi, pernikahan Yagami dan Sakura berlangsung memukau. Dengan mengenakan kimono, sumpah cinta mereka telah benar-benar disucikan pendeta. 

Jauh sebelum mereka bertemu, Sakura bekerja sebagai model majalah dewasa juga bintang film biru. Sakura menekuni pekerjaannya itu semenjak kelas dua sekolah menengah atas. Berangkat dari keberuntungannya yang difonis cantik sewaktu remaja beserta dukungan teman-teman dan respon positif orang tua, gambar dirinya mulai mengisi majalah-majalah, "Tunggu usiamu delapan belas, baru kamu boleh main film." begitu ucap oto-san.

Yagami sendiri masih seorang mahasiswa teknik mesin waktu itu. Dia pertama kali mengenal Sakura melalui majalah dewasa yang dibaca -dilihat-nya untuk mengisi kejenuhan jika sedang sendiri di apartemennya. Wajah Sakura yang masih sekolah itu terlihat sangat segar dan membuat Yagami kagum -atau bahkan jatuh cinta- pada saat itu juga.

Di tahun-tahun berikutnya Yagami menemukan Sakura dalam sebuah film biru. "Ah, Sakura terlihat lebih cantik dalam film". Yagami mulai banyak membeli salinan film Sakura yang dapat ditemukan dengan mudah di toko-toko CD bajakan dan berlangganan beberapa situs dewasa. Yagami telah benar-benar mencintai Sakura. Di kampus, beberapa teman akan bertanya, barangkali cintanya itu hanya sebatas mengagumi saja. Tapi Yagami sangat yakin bahwa dia mencintai bintang film itu. "Bagaimana kamu bisa lanjutkan cintamu itu, Yagami-kun. Mimpimu itu terlalu jauh," demikian teman-temannya menertawai. "Saya tidak akan pacaran dengan siapapun sampai paling tidak dapat sekadar bertatapan langsung dengan Sakura". Demikian nazarnya.

***

Suatu malam yang lugu, Yagami sedang menonton film Sakura melalui sebuah situs. Dalam situs itu, terdapat iklan film baru yang bukan film biru dimainkan oleh Sakura. Ia adalah film drama. Yagami sangat bersemangat untuk membaca keseluruhan iklan dengan huruf-huruf kanji itu. Rupa-rupanya peluncuran film itu satu minggu lagi di sebuah gedung kesenian yang berjarak satu perpustakaan kota dan kedai ramen dari kampusnya. Dia langsung memesan tiket. "Sakura-san, aku akan menemuimu. Segera."

Sementara itu, tugas penelitian menumpuk di perkuliahan. Tugas-tugas itu sekarang seperti sebuah kerikil dalam sepatu yang sedang dikenakannya. Bahkan salah satu penelitian harus selesai pada hari peluncuran film Sakura. "Ah, tidak menuntaskan satu penelitian barangkali tidak apa-apa". Yagami memilih menghabiskan hari dengan membaca majalah dan menonton film kesukaannya.

Teman-teman yang lain juga sudah mengetahui peluncuran film itu. Beberapa teman bersepakat untuk menghadirinya, salah satunya Kimoto. Kimoto tak hanya ingin melihat Sakura secara langsung, melainkan juga ingin merekam respon histeris dari Yagami, barangkali akan dapat menjadikannya viral dan membuat akun-akun media daringnya dikenal orang-orang kota.

***

Maka hari peluncuran itu telah tiba. Yagami sudah siap dengan tampilan terbaiknya. Juga dengan Kimoto yang tidak hanya siap dengan dirinya sendiri, melainkan juga dengan kamera untuk merekam Yagami nanti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
4 Agustus 2020