Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Lainnya - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Jastip Terancam, Siapa Rugi?

15 Maret 2024   23:23 Diperbarui: 15 Maret 2024   23:40 177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi kebijakan jasa titip (Pexels.com/Ahsanjaya)

Kebijakan pembatasan barang bawaan penumpang dari luar negeri adalah topik yang menimbulkan beragam pandangan dan kontroversi. Di satu sisi, kebijakan ini dapat dianggap merugikan bagi kelas menengah ke bawah karena mengurangi akses mereka terhadap barang-barang terjangkau. Namun, di sisi lain, pembatasan ini juga dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan industri dalam negeri.

Saya akan menghadirkan dua pertanyaan yang relevan dalam pembahasan ini. Pertama, bagaimana kebijakan pembatasan barang bawaan penumpang dari luar negeri dapat memengaruhi kemampuan kelas menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan barang-barang yang lebih terjangkau? Kedua, apakah kebijakan pembatasan ini dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan industri dalam negeri?

Kebijakan pembatasan barang bawaan penumpang dari luar negeri dapat dianggap merugikan bagi kelas menengah ke bawah ke dengan berbagai alasan.

Alasan pertama, kelas menengah ke bawah sering kali mengandalkan pembelian barang dari luar negeri untuk mendapatkan produk dengan harga lebih terjangkau. Pembatasan jastip dapat mengurangi opsi mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan barang-barang yang lebih terjangkau.

Selain itu, dengan adanya pembatasan jastip ini, kelas menengah ke bawah mungkin harus membayar lebih mahal untuk barang-barang yang sebelumnya mereka beli dengan harga yang lebih rendah dari luar negeri. Hal ini dapat mengurangi daya beli mereka dan memaksa mereka untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk barang-barang yang sama.

Kebijakan ini juga dapat membatasi akses kelas menengah ke bawah terhadap produk-produk tertentu yang mungkin sulit ditemukan atau lebih mahal di pasar domestik. Mereka mungkin tidak lagi memiliki opsi untuk membeli barang-barang impor yang mereka butuhkan atau inginkan.

Pembatasan ini dapat menyebabkan kesulitan bagi kelas menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Mereka mungkin terpaksa memilih antara membeli barang-barang penting atau mengorbankan keinginan mereka untuk membeli barang impor dengan harga terjangkau.

Sebagai akibat dari pembatasan ini, kelas menengah ke bawah mungkin mengalami penurunan kualitas hidup karena mereka tidak lagi dapat membeli barang-barang impor dengan harga terjangkau yang meningkatkan kenyamanan atau kualitas hidup mereka.

Dengan demikian, kebijakan pembatasan barang bawaan penumpang dari luar negeri dapat secara signifikan merugikan kelas menengah ke bawah dengan mengurangi akses mereka terhadap barang-barang terjangkau, mempengaruhi daya beli mereka, dan menyulitkan mereka dalam memenuhi kebutuhan dasar serta meningkatkan kualitas hidup.

Sekarang mari kita bahas pertanyaan kedua. apakah kebijakan pembatasan ini dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan industri dalam negeri?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun