Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Merayakan Diam

3 Desember 2022   21:50 Diperbarui: 4 Desember 2022   07:03 205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lebih baik tidak bertindak dan tak bersuara daripada terjebak dalam asumsi. Lalu kita lari dari kenyataan yang sebenarnya. Kita hanya bermain logika.

Kuajak dirimu menikmati bagaimana hati merasakan setiap tawa, canda dan setiap bisikkan yang mengusik. Kemudian bertanya pada hati: "Apakah ada kefasikan di setiap kata dan tindakan?".

Setiap rasa bisa saja menimbulkan luka yang menganga dan dalam kalau saja tidak diberi perhatian. Membawa kecewa dan pilu di hati. 

Rasa: bisa menjadi bisa yang meracuni diri. Kebahagiaan pergi dan meninggalkan gerogi pada diri. 

Bila lidah mendesak bibir untuk berucap sebaiknya ditahan. Biar bisikpun tak bisa terucap.

Setiap detik terdengar kabar. Kabar itu sebaiknya tak disebar sebab kabar itu belum tentu benar. Hanya membuat hingar bingar

Demikian cara merayakan diam. Hanya memberi perhatian pada rasa. Menahan lidah tak bisa mendesak bibir berbisik. Atau menahan kabar tak disebarkan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun