Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rasaku Terselip Pada Hujan Rintik Pertengahan Nopember

19 November 2022   10:52 Diperbarui: 19 November 2022   10:59 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hujan rintik seperti musik melo mengiringi obrolan kita pada malam pertengahan  bulan November tahun ini.

Ada rasa yang terselip tetapi tak sempat terungkap. Rasa itu mengalir seperti hujan rintik di tengah kegelapan malam ini. Hanya hati berharap engkau merasakan setiap denyut-denyut cinta yang membara menyentuh halus pori-pori hatimu.

Kita terhanyut dalam percakapan yang kian akrab; mengikis habis jarak yang tak terlampau jauh."Sayang, apakah engkau merasa begitu dekat padaku? Walau dirimu adalah kekasih imajinasiku karena belum bertemu muka, bersua berwajah. Saya mengakui bahwa aku mengagumi dirimu. Dirimu adalah diriku yang lain yang pantas aku kagumi".

Hujan rintik terus berjatuhan membelah kegelapan malam. Aku diam menikmati setiap rasa yang terus kualirkan padamu jauh di sana...Mengambil pena dan melukiskan tentang aku dan rasa yang terselip di tengah hujan rintik di malam ini.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun