Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tetanggaku Dulu dan Sekarang

17 Oktober 2022   11:55 Diperbarui: 17 Oktober 2022   12:26 206
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

Kekecewaan adalah tanda bahwa seorang tetangga selalu ada waktu bagi orang lain. Bagi dirinya, kebahagiaan tetangga dan mengerjakan sesuatu dalam kebersamaan merupakan "beban" sekaligus memberinya kebahagiaan pula.

Saya lahir dan dibesarkan di kampung. Sebagian besar hidup saya dihabiskan di kampung. Saya juga mengenyam semua jenjang pendidikan di kampung. Setelah selesai kuliahpun, mengabdi sebagai guru di kampung sampai saat tulisan ini saya garap.

Sepak terjang tentang hidup bertetangga di kampung sudah menjadi bagian hidup yang saya alami secara langsung. Melalui tulisan sederhana ini saya mau mensharingkan pengalaman tentang kehidupan bertetangga yang saya alami.

Dalam menggarap tulisan ini saya membagi tipe tetangga dalam dua peride. Periode tahun 2010-an ke bawah dan 2010-an ke atas. Pembagian periode ini tidak didasarkan pada kajian ilmiah. Tujuannya hanya untuk mempermudah saya memisahkan pengalaman saya dari suatu periode ke periode berikutnya.

Tetangga saya dulu tahun 2010-an ke bawah

Dulu saat saya masih sekolah dasar, sore hari merupakan waktu yang ditunggu-tunggu. Waktu dimana kami sekeluarga bisa berkumpul bersama tetangga menikmati segelas kopi di pekarangan rumah.

Di saat kami berkumpul, ada banyak cerita yang kami bagikan. Entah tentang kebun, tentang kekecewaan ataupun situasi apa saja yang dialami. Sangat jarang ditemukan berbagai analisis ilmiah.

Hari-hari kami penuh kebersamaan. Pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan banyak orang selalu dikerjakan bersama. Membuat pondok di kebun saja selalu dikerjakan bersama. Tanpa bayar. Gratis. Malah bila ada tetangga yang tidak diajak untuk ikut terlibat akan menimbulkan kekecewaan bagi dirinya.

Kebersamaan para tetangga menimbukan konsekuensi lain. Konsekuensi adalah hampir tidak ada jarak. Kita boleh menyampaikan keluhan kepada tetangga tentang semua kesulitan yang dialami.

islam.nu.or.id
islam.nu.or.id

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun