Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Makanlah yang Menjadi Bagianmu

4 Oktober 2022   14:02 Diperbarui: 7 Oktober 2022   21:00 275 43 17
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi di pantai bersama Ibu. (sumber: pixabay.com/Mojpe)

Kemarin aku melihat bagaimana caramu
Menikmati jajan dengan temanmu
Kau menyimpan bagianmu dengan menjepitnya di antara lengan tangan dan badanmu
Lalu kau merayu temanmu agar membagi jajannya

Kadang kau mengajak temanmu menjauh dariku
Agar kau dengan mudah mengakalinya dan merampas bagian jajan temanmu
Aku tahu itu sebab suara tangis temanmu melengking karena bagiannya dirampok
Lalu datang melaporkannya padaku

Hati ini merasa geli walaupun ada rasa jengkel yang menyelinap.
Tak tahu berapa besar kejengkelan itu merasuki hatiku
Ingin kejewerkan saja telingamu biar aku bisa melampiskan kejengkalanku padamu
Namun tak tega aku melakukan itu padamu

Kutarik tanganmu.
Mendekap erat tubuhmu.
Lalu membisikan sesuatu padamu:
"Nak, bagianmu dan bagian temanmu sudah dibagi adil. Makanlah yang menjadi bagianmu"
Lalu membiarkan engkau bermain lagi

Disaat membisikkan kata
Ada rasa cemas terbungkus doa
Kiranya engkau menghentikan kelakuanmu
Sebab bisa berbahaya bila itu dilanjutkan di masa tuamu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan