Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Secangkir Kopi Tanpa Gula

29 September 2022   06:52 Diperbarui: 29 September 2022   07:07 213 37 22
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.kompas.com/tren/read/2022/08/26/150500865/

Embun pagi belum saja menghilang dari dedaunan kuning

Nada suaramu sudah meninggi di awal pagi ini.

Rupanya suara celotehanmu agak lama kudengar,

Tidak seperti embun mudah menghilang disentuh cahaya mentari

Aku enggan mendengar suaramu.

Menutup kuping rapat-rapat

Tetapi Suaramu terus menusuk gendang telingaku

Menoreh ketidaknyamanan pada hati

Bagai secangkair kopi tanpa gula yang keteguk pagi ini

Menyentuh lidah manisku terasa pahit

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan