Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Rasaku Kukirim Lewat Gawai

26 September 2022   09:39 Diperbarui: 26 September 2022   09:48 167 36 23
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.liputan6.com/citizen6/read/3182952/

Tak terasa waktu terus berjalan pergi. Aku masih di sini  dengan jemari kiri merangkul erat  gawai. Dengan senyum merona pada wajah memerah. Memainkan gawai dengan jemari kanan di atas layar putih.

Aku tak tahu engkau dimana. Mungkin berada di atas ranjang sedang memikirkan aku. Atau dalam perjalananan menuju suatu tempat. Aku tak peduli soal itu.

Bagiku cukup engkau merasakan semangatku dalam setiap kata yang terkirim. Membayangkan senyum manjaku pada semua emoticon yang kutempelkan di sebelah huruf yang membentuk kata bermakna

Kutak mau engkau memberi ruang jedah untuk menghentikan percakapan ini sebab daya nalarku akan merambat ke prasangka buruk tentangmu jika engkau melakukan itu. Aku mau biarkan waktu menghentikannya sebab bagiku wajahmu hadir di sini walaupun aku tak menyentuhmu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan