Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Lainnya - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Relasi Pelanggan dan Produsen dalam Terang Etika Kehadiran Wajah Emanuel Levinas

8 September 2019   00:21 Diperbarui: 8 September 2019   01:17 245
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Etika Imanuel Levinas

Etika menurut Levinas adalah relasi yang konkret antar personal dalam bentuk kehadiran wajah. Relasi personal yang konkret yang terealisasi dalam kehadiran wajah semestinya dipahami dalam dua hal sekaligus. Pada satu pihak kehadiran wajah dalam pengertian hadir secara fisik. Dan pada pihak lain kehadiran wajah juga merupakan kehadiran yang transenden.

Kehadiran wajah secara fisik dipahami sebagai kehadiran seorang manusia yang memiliki ciri-ciri fisik seperti memiliki hidung, telinga, mulut, tangan, kaki dan lain sebagainya.

Kehadiran wajah dalam level ini menunjukan identitas manusia secara fisik yang kita lihat pada orang lain yang kita jumpai maupun yang kita miliki sekarang.

Kehadiran yang transedental yang dimaksudkan oleh Levinas adalah kehadiran “Yang Lain” yang tak terbatas. Yang Lain tak terbatas terpresentasi dalam kehadiran fisik orang yang ada di hadapan saya.

Wajah orang lain tidak hanya hadir secara fisik tetapi kehadiran fisik itu sekaligus membuat saya “cemas” dan menuntut saya untuk bertanggung jawab atas kehadiran “Yang Lain”. Aku harus keluar dari diri saya sendiri dan menaikkan kualitas relasi. Kehadiran wajah di hadapanku sekarang adalah kehadiran “Yang Lain” yang lebih tinggi posisinya daripada aku karena ada ketidakberhinggaan pada kehadiran wajah orang lain.

Konsekuensi kehadiran “Yang Lain” di hadapan saya sekarang adalah saya bertanggung jawab. Tanggung jawab atas kehadiran “Yang Lain” dengan sifatnya tak terbatas direpresentasikan dalam sikap saya yang menghargai hak-hak orang lain yang sekarang berada di hadapanku. Dan tanggung jawab terhadap hak-hak orang lain itu bukanlah suatu perintah. Karena bukan suatu perintah, maka saya tidak dapat mengelak dari tanggung jawab itu.

Relevansi pemikiran Levinas dalam relasi pelanggan dan produsen

Pertanyaan apa yang terbersit di pikiran Anda ketika seseorang (entah seseorang itu sebagai pelanggan/produsen) hadir di hadapanmu kini terjawab sudah. Bahwa kehadiran sebagai pelanggan maupun sebagai produsen seharusnya dilihat dari dua aspek sekaligus yaitu kehadiran fisik dan kehadiran transedental.

Dalam relasi bisnis yang melibatkan konsumen dan produsen tidak hanya sebatas kehadiran soal untung rugi tetapi kehadirannya adalah kehadiran “Yang Lain” dari dimensi tak terbatas.

Bagi pelanggan, kehadiran produsen tidak hanya sebagai pihak yang mencari untung semata tetapi dia adalah kehadiran “Yang Lain” yang menuntut pelanggan bertanggung jawab.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun