Evita Yolanda
Evita Yolanda Dokter

Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Daftar Kekeliruan Tindakan Medis dalam Adegan Sinetron Tanah Air

10 Juni 2018   10:14 Diperbarui: 10 Juni 2018   21:05 5986 42 41
Daftar Kekeliruan Tindakan Medis dalam Adegan Sinetron Tanah Air
Ilustrasi sinetron (tangkap layar). Sumber: rctimobile.com

Saya bukan penggemar sinetron, namun siapa yang tak tahu, sinetron Indonesia terkenal dengan jumlah episodenya yang fantastis. Jumlah episode yang diproduksi tiap judul tak tanggung-tanggung, ratusan hingga ribuan.

Beberapa sinetron bahkan sampai dibuat season dengan cerita yang semakin tidak menemui titik ujung. Kuantitas ini sangat berbanding terbalik dengan kualitas tayangan.

Rendahnya indeks kualitas program sinetron
Berdasarkan Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi periode II tahun 2017 oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Indeks Kualitas Program sinetron menduduki peringkat kedua terendah dengan skor indeks 2,55. Program sinetron belum memenuhi standar kualitas yang ditetapkan KPI, dengan indeks kualitas minimal 3,00.

Indeks Kualitas Program Siaran TV 2017 (tangkap layar). Sumber: kpi.go.id
Indeks Kualitas Program Siaran TV 2017 (tangkap layar). Sumber: kpi.go.id
Pada survei tahun 2017, KPI ternyata menurunkan standar indeks kualitas menjadi 3,00, dari semula 4,00 pada 2016. Namun pada kedua periode survei tersebut, program sinetron tidak beranjak dari posisi kedua terendah.

Indeks Kualitas Program Siaran TV 2016 (tangkap layar). Sumber: kpi.go.id
Indeks Kualitas Program Siaran TV 2016 (tangkap layar). Sumber: kpi.go.id
Dalam survei ini, tiap jenis program televisi dinilai oleh panel ahli berdasarkan indikator tersendiri, tidak sama setiap programnya. Untuk sinetron, terdapat delapan indikator kualitas program yang tercantum pada gambar di bawah.
Indikator Indeks Kualitas Program Sinetron (tangkap layar). Sumber: kpi.go.id
Indikator Indeks Kualitas Program Sinetron (tangkap layar). Sumber: kpi.go.id
Setelah membaca keterangan dari delapan indikator tersebut, ternyata tidak ada indikator yang secara tegas menilai akurasi adegan sinetron dengan kejadian nyata. Kejadian nyata yang saya maksud adalah akurasi fenomena dan tindakan yang sifatnya prosedural.

Kekeliruan adegan medis
Dari sinetron yang ada waktu ke waktu, banyak adegan yang terkesan digarap setengah hati. Terlepas dari alasannya, akurasi adegan harus menjadi perhatian rumah produksi. Pada adegan medis, perhatian perlu diutamakan pada hal-hal yang sifatnya prosedural, karena akan berbahaya jika diadopsi pemirsa yang salah kaprah.

Berikut beberapa kekeliruan adegan medis yang sering ditemui:

1. Adegan kejut jantung

Seorang aktor terkena serangan jantung setelah mengetahui anaknya bukan anak kandungnya. Sang aktor tidak sadarkan diri, pada dadanya terpasang alat rekam jantung.

Monitor alat rekam jantung menunjukkan gambaran garis lurus, menandakan jantungnya berhenti, dan alat pun berbunyi piiiiiiiiiiiiiiiiiiip.

Dalam kondisi gawat tersebut, dokter datang dengan tergesa-gesa membawa alat defibrillator, alat serupa sepasang setrika untuk melakukan kejut jantung. Setelah siap, dengan sigap dokter menempelkan alat tersebut pada dada sang aktor, lalu sang aktor terhentak.

Kejut jantung menggunakan alat | importantevents24com
Kejut jantung menggunakan alat | importantevents24com
Ternyata belum berhasil, dokter pun mengulang tindakannya. Selang berapa detik kemudian, gambaran rekam jantung yang semula berupa garis lurus, kembali menunjukkan pergerakan yang normal. Sang aktor membuka mata dengan penuh kedamaian.

Kenyataannya:
Kondisi ketika rekam jantung menunjukkan garis lurus disebut dengan "asistol". Kondisi ini menandakan berhentinya aktivitas listrik jantung secara total.

Kondisi ini tidak ditatalaksana dengan kejut jantung. Kondisi ini ditatalaksana dengan pijat jantung dan suntikan obat. Kejut jantung menggunakan energi listrik, pijat jantung tidak. Sehingga tindakan yang dilakukan dalam adegan sinetron tersebut menyalahi prosedur.

Merujuk kepada nama "defibrillator", "de" berarti menghilangkan, "fibrilasi" berarti getaran.

Terdapat kondisi medis yang menyebabkan jantung berdetak sangat cepat, sehingga jantung tidak lagi memompa melainkan hanya bergetar (fibrilasi). Kondisi tersebut ditandai dengan rekam jantung berbentuk rumput. Dalam kondisi inilah defibrillator digunakan untuk memperbaiki listrik dan irama jantung.

Alat ini tidak bisa digunakan jika aktivitas listrik jantung berhenti total, seperti di sinetron.

Hal ini penting diperhatikan, karena bisa terjadi salah kaprah antara keluarga pasien dengan dokter. Bila keluarga pasien berasumsi bahwa kejut jantung bisa dilakukan pada kondisi asistol, keluarga pasien bisa protes bila dokter tidak melakukannya. Padahal menurut prosedur yang benar, kejut jantung tidak dilakukan dalam kondisi demikian.

2. Adegan pingsan

Seorang aktris pingsan setelah mendengar dirinya adalah anak yang tertukar. Sang aktris dibawa ke IGD rumah sakit. Petugas kesehatan menghampiri sang aktris yang terbaring di brankar dan memberikan obat minum melalui mulutnya, dalam kondisi sang aktris masih pingsan.

Kenyataannya:
Tindakan ini, jika dilakukan di dunia nyata, bisa membuat si petugas kesehatan dipanggil ke persidangan. Tindakan ini berisiko mengakibatkan masuknya cairan ke saluran napas pasien. Kondisi ini sangat berbahaya, bisa membentuk peradangan paru, bahkan berujung kematian.

Terhadap seseorang yang sedang pingsan, tindakan meminumkan sesuatu seperti air putih, obat, atau apa pun sangat dilarang. Jika ada obat yang harus diberikan, rute pemberian biasanya adalah melalui suntikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3