Mohon tunggu...
Evi PujiLestari
Evi PujiLestari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Evi Puji Lestari ( 029)

Bismillah..

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pierre Bourdieu : Teori Struktualisme - Konstruktif

7 Oktober 2021   21:45 Diperbarui: 8 Oktober 2021   12:38 363 0 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Evi Puji lestari (029)

Prodi Sosiologi A

Fakultas ilmu sosial humaniora UIN SUKA Yogyakarta  

Pierre Bourdieu : Teori Stukturalisme-Konstruktif


Biografi 

Pierre Bourdieu Lahir pada tanggal 1 Agustus 1930, di desa Denguin, distrik Pyreness -Antlantiques, Prancis. Mengenyam pendidikan di Ecole Normale Superiare, disana Pierre Bourdieu belajar filsafat dengan Louis Althusser. Pierre Bourdieau merupakan seorang sosiolog, antropologi, dan etnolog. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh Aristoteles, Levi Strauss, Sausere, Max Weber, Emile Durkheim, Hegel, Picasso, Huserl, dan lainnya. Dalam prosesnya Pierre Bourdeau berhasil menciptakan teori yang dinamakan teori strukturalisme- konstruktif.

Konsep Teori Praktek Pierre Bourdieu

Penulis mengenal Teori ini Setelah membaca buku dari George ritzer dan Douglas J Goodman Yang berjudul Teori Sosiologi Modern yang merupakan buku terjemahan oleh Alimandan dan beberapa jurnal ilmiah. Di dalam buku karya George ritzer dan Douglas J goodman serta e-jurnal yang berjudul  "Teori gado-gado Pierre felix Bourdeu" tersebut Dapat disimpulkan bahwa Teori Strukturalisme- konstruktif atau dikenal dengan teori praktek  merupakan perpaduan antara teori yang berpusat pada agen atau aktor ( teori eksistensialisme ) dengan teori yang berpusat kepada Struktur dalam membentuk kehidupan sosial ( teori struktualisme ). Menurutnya, teori struktural terlalu menekankan determinasi struktur sehingga mematikan objek, sedangkan sebaliknya teori eksistensialisme terlalu menekankan kepada  kebebasan individu dan mengabaikan pengaruh dari struktur ( norma atau aturan). Maka dari itu Pierre Bourdieau Menggabungkan dua teori tersebut dan melahirkan teori baru miliknya. Teori strukturalisme konstruktif dikenal juga dengan sebutan teori gado-gado karena memberikan pandangan baru atau rasa yang baru dalam ilmu sosial.

Konsep paling penting dari teori Pierre bourdieu adalah habitus, Arena/ ranah/ Medan ( field), kekerasan simbolik, modal atau capital, dan strategi. Habitus menurut Pierre bourdieu adalah suatu sistem melalui kombinasi struktur objektif dan sejarah personal disposisi yang berlangsung lama dan berubah-ubah yang berfungsi sebagai basis generatif bagi praktik-praktik yang terstruktur dan terpadu secara objektif. Di sini habitus seperti kebiasaan yang dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari yang dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Medan atau arena merupakan ruang  atau tempat bagi para aktor atau agen untuk saling bersaing memperebutkan sumber daya material atau kekuatan simbolis . Dengan semakin banyaknya sumber daya yang dimiliki maka semakin tinggi pula struktur yang dimiliki. Pengertian modal menurut Pierre bourdieu sangatlah luas karena mencakup modal ekonomi, modal budaya dan modal simbolik dan lain lain. Modal dapat dipertukarkan antara modal yang satu dengan yang lainnya atau juga dapat diakumulasikan antara modalnya satu dengan yang lainnya. Contohnya adalah sekarang banyak pebisnis sukses yang terjun ke bidang politik, dengan dia terjun dalam bidang politik maka secara tidak langsung Pebisnis Tersebut menukarkan model ekonomi miliknya dengan modal sosial ( jabatan ) , Selain dipertukarkan, model tersebut juga diakumulasikan yang pada awalnya pebisnis tersebut hanya memiliki modal ekonomi kini ia juga memiliki modal sosial dan modal simbolik sekaligus. Komposisi antara habitus Ranah dan modal dapat dinyatakan dengan persamaan ( Habitus x Modal) + Ranah = Praktek. Terbentuknya habitus oleh aktor melalui modal yang dipertaruhkan dalam sebuah ranah atau medan dan praktek merupakan produk dari relasi antara habitus dengan medan dengan melibatkan modal.

Menurut pemahaman penulis, Teori strukturalisme konstruktif Merupakan gabungan atau persilangan dari dua teori yang memiliki perbedaan dalam Sudut pandangnya. Dengan dilakukannya penggabungan atau persilangan dari dua teori tersebut maka Terbentuklah jalan tengah atau solusi dengan menciptakan teori baru yang dianggap lebih relevan oleh Pierre Bourdieu. Dan konsep-konsep penting yang menjadi kunci dalam teori Pierre Bourdieu seperti habitus, ranah, modal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat berjalan sendiri. Dalam hal ini habitus memerlukan ranah dan dengan melibatkan modal akan menghasilkan produk yang disebut praktik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan