Mohon tunggu...
Rehat Aja Dulu
Rehat Aja Dulu Mohon Tunggu... @rehatajadulu

Untuk tulisan lainnya dapat diakses di: instagram/twitter:@rehatajadulu

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Ready to Be Productive, Ready to Switch!

15 September 2020   22:25 Diperbarui: 15 September 2020   22:32 42 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ready to Be Productive, Ready to Switch!
sumber:instagram switch

Tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang internet memegang peran yang cukup krusial untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari berkomunikasi bersama keluarga dan teman, mengumpulkan tugas kuliah sampai membayar untuk kebutuhan sehari-hari. Apa lagi semenjak pandemi Covid-19 menyerang, kegiatan- kegiatan yang dulunya dilakukan secara tatap muka kini beralih menjadi lebih digital

Hal ini membuat kita sebagai masyarakat digital, tidak bisa lagi terlepas dari jaringan nirkabel yang mampu menghubungkan semua orang yang terkoneksi ini. Bahkan menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Indonesia sendiri juga menempati posisi ke-4 sebagai negara dengan pengguna internet terbanyak dengan 171 juta penduduk (150 juta jiwa diantaranya adalah pengguna sosial media). Data tersebut dirilis pada Januari 2020 sebelum Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, bayangkan saja berapa pertambahan jumlah pengguna internet di dalam masa pandemi.

Kalau dipikir-pikir, salah satu alasan mengapa banyak orang memilih untuk terhubung dengan internet adalah kepraktisan serta kemudahan yang ditawarkan oleh internet. Penggunaan internet sejatinya sangat membantu agar masyarakat tetap produktif untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya meskipun di dalam masa pandemi. 

Namun, semua hal pasti ada sisi positif maupun negatifnya. Dengan beralihnya kegiatan-kegiatan yang biasanya diadakan secara offline ke online, membuat konsumsi kuota internet jadi jauh lebih boros.

Hal ini juga saya alami, konsumsi kuota saya yang sebelumnya hanya 3 GB per bulan, di masa pandemi menjadi berpuluh-puluh GB per bulan. Mungkin ada yang penasaran perubahannya kok sangat drastis, saya sendiri juga bingung. Tetapi setelah saya amati baik-baik ternyata salah satu penyebabnya adalah penggunaan aplikasi video conference yang menyedot banyak kouta. 

Perlu diketahui, sekali pertemuan di zoom atau google meet selama satu sampai dua jam dapat menghabiskan sekitar 1 sampai 2 GB. Dan sebagai mahasiswa tentunya saya tidak bisa menghindari kelas online bukan? Bayangkan saja jika sehari ada tiga kelas berapa kuota yang terbuang hanya untuk mengikuti pembelajaran. Belum lagi kouta untuk keperluan jualan, streaming lagu dan lain-lain.

Pada saat streaming kelas pun juga tetap harus memastikan apakah internet saya stabil atau tidak. Saya juga pernah mengalami pengalaman yang menurut saya paling membuat saya kesal yaitu di saat tengah-tengah kelas atau streaming tiba-tiba koneksi terputus karena kuota habis terlebih lagi jika pulsa saya tiba-tiba juga habis tanpa tidak ada pemberitahuan kalau dilakukan penyedotan pulsa. Pulsa 100 ribu saya melayang dalam sekejap, padahal dengan pulsa senilai itu saya dapat membeli paket data yang jauh lebih hemat.

Mungkin ada dari teman-teman yang juga memiliki masalah serupa, Tapi tenang ada solusinya buat kita semua.

Alasan Harus Beralih Ke switch?

Digital telco satu ini siap menemani kita buat internetan seharian! Asiknya lagi provider kekinian satu ini, anti sedot pulsa loh karena bebas pilih paket kouta sesuai dengan base plan yang kita inginkan. Gak perlu capek-capek ke konter pulsa karena kita bisa membeli perdana switch melalui aplikasi switch maupun e-commerce lainnya. 

Uniknya lagi, kita bisa memilih sendiri nomor telpon yang kita inginkan jadi bisa kreasi nomor cantik sesuai keinginan, gak perlu takut buat dapet nomor acak kaya pas kita milih di konter pulsa, cocok banget buat kamu yang memiliki olshop agar nomormu lebih gampang diingat orang lain dan harga perdananya juga murah abis cuma 10 ribu aja loh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN