Mohon tunggu...
Rehat Aja Dulu
Rehat Aja Dulu Mohon Tunggu... @rehatajadulu

Untuk tulisan lainnya dapat diakses di: instagram/twitter:@rehatajadulu

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Mewujudkan Generasi Milenial yang Melek Investasi

6 September 2020   12:15 Diperbarui: 6 September 2020   12:18 446 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mewujudkan Generasi Milenial yang Melek Investasi
Sumber: DJJPR

Tanpa kita sadari, ternyata tingkat pemahaman literasi masyarakat Indonesia terhadap pasar modal dan tingkat utilitas produk pasar modal masih sangat rendah. Bahkan ketua departemen literasi dan Inklusi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kristianti Puji Ayu, menyatakan bahwa terdapat gap indeks literasi keuangan yang terjadi di Indonesia, dari total 34 provinsi di Indonesia, ada 21 provinsi yang indeks literasinya masih di bawah indeks literasi nasional, hal ini yang menyebabkan hambatan bagi OJK untuk melakukan edukasi ekonomi di kalangan masyarakat juga tidak semua masyarakat familiar dengan literasi ekonomi.

Jika dicermati baik-baik, masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang pentingnya melakukan investasi, dibuktikan dengan jumlah investor di pasar modal Indonesia hingga Juli 2020 hanya mencapai 1,124% dari jumlah seluruh rakyat Indonesia. 

Kepala Riset Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan, menyayangkan hal ini, karena dampak yang dihasilkan itu bukan hanya sekedar buat investor, tetapi juga kepada dunia usaha dan penopang makro ekonomi Indonesia. Pasalnya pasar modal juga menjadi sarana meningkatkan kapasitas produksi, sarana untuk pemerataan pendapatan, sarana penciptaan lapangan kerja, hingga sarana untuk menambah pendapatan negara.

Salah satu penyebab sedikitnya jumlah investor pasar modal di Indonesia adalah banyak dari masyarakat yang masih tidak mengerti mengenai cara untuk melakukan investasi. Sehingga perlu dilakukan pengenalan macam produk investasi beserta risikonya. Berikut macam-macam produk investasi yang beredar di pasar modal, berserta penjelasannya.

Sumber: Kemenkeu
Sumber: Kemenkeu
Sumber: Kemenkeu
Sumber: Kemenkeu
Dari beberapa macam pilihan produk investasi, terdapat investasi yang dijamin oleh pemerintah yaitu Obligasi Pemerintah. Jadi, bagi orang awam yang baru pertama kali ingin melakukan investasi di pasar modal dan takut dengan risiko yang tinggi, sangat cocok untuk menginvestasikan uangnya ke produk investasi ini. Selain mendapatkan keuntungan berupa bunga, dengan melakukan investasi, kita telah membantu untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang menjadi investasi bangsa Indonesia untuk merekat jalinan kebangsaan menuju bangsa yang lebih mandiri. 

Terdapat dua jenis obligasi pemerintah Sukuk Ritel dan Obligasi Ritel Indonesia, bagi yang ingin memilih investasi syariah dapat memilih Sukuk Ritel, perbedaannya lebih detailnya akan dijelaskan oleh table di bawah ini.

Sumber: Kemenkeu
Sumber: Kemenkeu
Sebenarnya pertumbuhan jumlah investor akhir-akhir ini mengalami peningkatan yang bisa dibilang cukup pesat. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat pertumbuhan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia naik 21,66% menjadi 3,02 juta investor hingga 30 Juli 2020, dibanding pada periode akhir tahun 2019 sebesar 2,48 juta investor. Menariknya lagi, Direktur Utama KSEI, Budhi Prasetyo menyatakan bahwa total investor di dominasi oleh generasi millennial, kalangan usia di bawah 30 tahun yang memiliki presentase 46,14% dari total investor di pasar modal.  

Hal ini dapat terjadi karena banyak generasi millennial yang sudah mulai melek investasi dan akhirnya mencoba masuk ke dalam pasar modal. Kemungkinan besar generasi millennial masuk ke dalam pasar modal melalui chanel distribusi seperti Sekolah Pasar Modal dan galeri pasar modal yang sudah ada sebanyak 430 di Indonesia.

Meski investor kalangan muda portofolionya masih sangat rendah dibandingkan kelompok usia di atas 50 tahun, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab rata-rata modal anak muda jauh lebih kecil daripada mereka yang sudah mapan secara finansial dan kebanyakan mereka masih dalam tahap belajar mengenali pasar modal.

Sebenarnya apa sih penyebabkan kaum millennial tanggap dengan hal yang berbau investasi? Hal ini disebabkan oleh kemudahan untuk mengakses informasi lewat telepon genggam juga digitalisasi dari keuangan itu sendiri. 

Untuk membuka rekening investasi yang dulunya membutuhkan modal berjuta-juta, sekarang sudah dapat mendaftar hanya dengan modal mulai dari seratus ribu rupiah. 

Daftarnyapun sekarang bisa melalui aplikasi dan dapat memantau pergerakan saham setiap detik dengan aplikasi. Serta banyak aplikasi yang menyediakan fitur untuk menganalisa dan membandingkan kinerja perusahaan sehingga mempermudah untuk menganalisa fundamental saham. Obligasi Pemerintahpun juga dipasarkan secara digital dan juga dapat memesan obligasi pemerintah hanya dengan modal minimal satu juta.

Dengan segala kemudahan yang telah ditawarkan oleh pasar modal, seharusnya makin banyak orang yang tertarik untuk melakukan investasi, khususnya generasi millennial yang kehidupannya tidak bisa jauh dari gadget. Namun, perlu diingat bahwa setiap produk keuangan memiliki risiko dan manfaatnya masing-masing. Cermati karakteristik masing-masing produk, jangan ragu untuk mulai belajar memahami dunia pasar modal karena hanya dari investasi kita bisa mendapatkan passive income, dimana uang yang kita miliki dapat bekerja untuk mendatangkan keuntungan finansial bagi diri kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN