Mohon tunggu...
Evan Javier Firgiyantoro
Evan Javier Firgiyantoro Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa S1 PWK - UNEJ

Halo para pembaca kompas, perkenalkan nama saya Evan Javier Firgiyantoro dari S1-PWK UNEJ, terimakasih telah membaca artikel saya. Akan sangat membantu jika para K-Readers memberikan pendapat dan like nya di artikel - artikel buatan saya ^^.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Dilema Ekonomi Pasar

21 September 2022   23:57 Diperbarui: 21 September 2022   23:59 49
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Permasalahan ekonomi di Indonesia dapat diibaratkan seperti sebuah mobil, dengan pemerintah sebagai pengemudinya. Hal ini dikarenakan dimana dalam jangka pendek pengemudi mobil tersebut harus dapat menjaga kondisinya agar terhindar dari berbagai ancaman yang berada di jalanan, sedangkan di dalam jangka panjang mobil harus berusaha agar mencapai tujuan yang dicanangkan sejak awal. Tentu saja, ekspektasi tersebut tidak akan sesuai dengan realita yang ada. Dimana dalam proses perjalanan tersebut ada berbagai masalah dan rintangan yang selalu mengintai dan harus siap untuk dipecahkan begitu muncul menghadang.

Di dalam jangka pendek pemerintah dituntut untuk dapat selalu membantu masyarakat dan juga pengusaha dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif atau mendukung semua pihak yang bersangkutan. Sedangkan di dalam jangka panjang, pemerintah diharuskan (wajib) untuk mewujudkan masyarakat Indonesia  yang adil dan makmur serta merata baik dalam hal material maupun spritiual sehingga tercipta kesejahteraan lahir dan batin berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dengan bersama oleh pemerintah itu sendiri dan juga masyarakat. Pemerintah juga harus menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi masalah jangka panjang yang terjadi di Indonesia seperti masalah pertumbuhan ekonomi, dan keberhasilan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ini tidaklah terlepas dari kemampuan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menangani permasalahan ekonomi jangka pendek yang ada. Salah satu dari permasalahan ekonomi yang terjadi di Indonesia adalah perekonomian pasar yang sedang panas-panasnya beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, saya disini akan menjelaskan mengenai apa itu Ekonomi Pasar sehingga tidak akan ada kesalah pahaman dalam membaca artikel ini. Ekonomi menurut pengertian KBBI merupakan cabang ilmu yang tertuju / membahas pada asas-asas produksi, pemakaian barang ataupun kekayaan. Sedangkan pengertian dari Pasar sendiri menurut KBBI adalah tempat orang berjual beli. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Pasar adalah suatu sistem ekonomi dilingkungan masyarakat yang menetapkan keputusan terkait investasi, produksi, distribusi, dan konsumsi dilandaskan atas permintaan dan penawaran pasar yang akan menentukan harga-harga barang dan jasa. Hal ini berakibat pada harga barang yang sistem harga bebas, sehingga tidak diatur oleh pemerintah dalam proses pelaksanaannya. Disini, semua sistem perekonomian diserahkan kepada para pelaku individu perekonomian yaitu rumah tangga, masyarakat, perusahaan, pemerintah, dan negara. Peran pemerintah dalam sistem perekonomian pasar sendiri adalah sebagai pencipta aturan hukum, karena tanpa adanya dukungan dari segi hukum sistem ekonomi pasar tidak akan dapat berjalan secara utuh. Pada sistem ekonomi pasar atau kapitalis ini sistem ekonomi dapat memberikan lebih banyak kebebasan pada masyarakat dalam mengatur perekonomian mereka masing-masing. Adapun karakteristik sistem ekonomi pasar yaitu :

  • Faktor produksi dikelola dan dikuasai oleh masing-masing individu

Hal ini dikarenakan sifat dari sistem ekonomi pasar yang relatif bebas dan tidak mendapat gangguan dari pemerintah dalam proses pelaksanaannya.

  • Kegiatan produksi yang dilakukan didasari oleh semangat

Hal ini dikarenakan kegiatan produksi yang dilakukan oleh tiap-tiap individu didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan terbesar atau maksimal.

  • Persaingan bebas sering terjadi
  • Dikarenakan terdapat berbagai pelaku individu perekonomian yang termasuk didalamnya, persaingan terbilang bebas dan sangat ketat diantara para pelaku individu perekonomian itu sendiri.
  • Kegiatan perekonomian diserahkan pada mekanisme pasar
  • Kegiatan sistem ekonomi pasar yang bersifat bebas dan tidak melibatkan pemerintah pusat maupun daerah dalam prosesnya menyebabkan harga dan ekonomi masyarakat bergantung pada penawaran dan permintaan dari pasar.
  • Pemerintah tidak ikut campur

Pemerintah disini hanya sebagai pencipta dan pengawas dari aturan hukum yang ada dan juga berlaku. Hal ini dikarenakan sistem ekonomi pasar yang menganut sifat bebas sehingga tidak dikuasai dan dikelola oleh pemerintah itu sendiri.

Sedangkan dilansir dari buku Pengantar Teori Mikroekonomi (1996) karangan Sadono Sukirno, terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan dari dilaksanakannya sistem ekonomi pasar. Berikut merupakan beberapa keuntungan dari adanya penerapan sistem perekonomian pasar atau kapitalis, yaitu :

  • Individu dapat mengatur sumber daya ekonominya yang bisa menjadi pendorong partisipasi masyarakat lain dalam perekonomian. Hal ini dapat menyebabkan semakin meningkatnya ekonomi masyarakat disekitaran lingkungan tersebut sehingga devisa pemerintah daerah akan meningkat.
  • Adanya kebebasan tiap-tiap individu untuk mendorong kemandirian dalam berusaha dan berkreasi untuk mencapai tujuan serta hasil yang diinginkan.
  • Adanya motivasi kerja, inovasi, dan produktivitas yang tinggi dikarenakan semangat untuk mencari keuntungan maksimum.
  • Secara tidak langsung akan timbul persaingan dikarenakan oleh sistem mekanisme pasar yang ada.
  • Pasar dapat memberikan suatu perangsang kepada para pengusaha yang ada untuk mengembangkan dan membesarkan kegiatan usaha mereka.
  • Pasar membuat para pelaku ekonomi mau tidak mau beradaptasi dan memperoleh kemapuan dan keahlian yang dibutuhkan di era globalisasi ini.
  • Pasar menggerakkan dan menggalakkan penggunaan barang dan faktor produksi secara efisien dikarenakan produksi bergantung pada tinggi rendahnya penawaran dan permintaan dari pasar itu sendiri.

Sedangkan untuk beberapa kelemahan dari adanya penerapan sistem ekonomi pasar atau kapitalis, yaitu :

  • Terjadinya ketimpangan yang sangat kentara diantara orang yang kaya dengan orang yang lebih kaya lagi dikarenakan adanya persaingan bebas tersebut.
  • Kebebasan yang tidak terbatas ini menyebabkan adanya golongan-golongan tertentu yang tertindas.
  • Kegiatan ekonomi yang ada pun sangat tidak stabil keadaannya, resiko dari adanya kerugian sangatlah besar.
  • Sistem ekonomi pasar ini tidak bisa menyelesaikan masalah krisis ekonomi yang ada dan hanya bisa diselesaikan jika masalah ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan krisis (tanpa krisis).
  • Di dalam sistem mekanisme pasar rawan akan timbulnya suatu kekuatan monopili yang merugikan, hal ini dikarenakan tidak adanya peran dari pemerintah untuk mengatur dan mengontrol harga pasar.
  • Mekanisme dari pasar tidak dapat secara langsung menyediakan beberapa jenis barang secara efisien, hal ini sering terjadi dikarenakan adanya permintaan mendadak dari pasar dengan persiapan waktu yang kurang sehingga minim jumlah pasokan dalam prosesnya.

Salah satu contoh tentang sistem ekonomi pasar atau kapitalis yang ada di Indonesia adalah pasar-pasar tradisional di Pasuruan yang menjadi penopang pendapatan daerah. Dalam satu tahun saja, kontribusi pendapatan dari pasar-pasar tersebut tidak kurang dan bahkan bisa lebih dari Rp 1 miliar. Masing-masing pasar tradisional tersebut memiliki potensi pendapatan dan retribusi ynag berbeda, semakin luas cakupan pasar tersebut semakin besar pula retribusi yang diberikan ke daerah, contohnya adalah Pasar Besar. Terdapat sekitar 5000 lebih objek retribusi yang tersedia, namun tidak semua dari objek tersebut ditempati pedagang sehingga masih bisa dioptimalkan lebih lanjut lagi.

Solusi dari permasalahan-permasalahan sistem ekonomi diatas dapat diatasi dengan kerja sama yang tepat dan saling menguntungkan diantara pemerintah dengan para pelaku ekonomi. Seperti pengoptimalan objek-objek retribusi yang kosong, rehabilitasi fasilitas umum daerah yang berpotensi, dan juga program-program seperti acara pasar ramadhan. Salah satu program yang menonjol adalah program vaksinasi pedagang secara serentak, sehingga masyarakat yang ingin melakukan kegiatan ekonomi merasa lebih aman dan terjaga kesehatan sehingga kegiatan aktivitas pasar dapat kembali seperti dahulu kala.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun