Mohon tunggu...
Eva Hernita Lom
Eva Hernita Lom Mohon Tunggu... Blog pribadi

Mahasiswi STT Jaffray Jakarta "Belajar hidup bersama Tuhan."

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Penghakiman, Momen yang Indah atau Mengerikan?

27 Mei 2019   11:37 Diperbarui: 27 Mei 2019   11:39 0 2 0 Mohon Tunggu...

Setiap orang percaya pasti sudah tahu apa itu "penghakiman", dan sudah membayangkan bagaimana proses penghakiman akan dilaksanakan disaat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Dalam kitab Injil, Tuhan Yesus secara terang-terangan membicarakan tentang akhir zaman, dan beberapa nabi dan rasul juga menulis hal demikian, apa yang telah mereka saksikan dalam sebuah penglihatan tentang akhir zaman. 

Tentunya akan ada yang namanya masa penghakiman untuk menentukan seseorang itu akan mendapatkan hidup yang kekal atau kematian yang kekal. Sebelum kita dapat mengatakan penghakiman adalah momen yang indah atau momen yang mengerikan, mari kita pelajari bersama apa itu Penghakiman.

Penghakiman adalah proses, cara, perbuatan menghakimi; (n). Penghakiman terjadi atas orang besar dan kecil, orang yang hidup dan yang mati, semua manusia akan dihakimi dengan adil dan buku kehidupan akan dibuka pada masa itu. Penghakiman yang akan datang dikatakan bertumpu pada hak Allah yang berdaulat untuk menghukum semua ketidaktaatan serta hak pribadi seseorang untuk membela diri ketika menghadapi persidangan.

Gagasan mengenai Penghakiman di masa/hari yang akan datang yang di dalamnya orang-orang jahat dan orang-orang benar akan dipisahkan selamanya. Hal ini digambarkan dan diuraikan dalam perumpamaan mengenai domba dan kambing (Matius 25:31). Penghakiman telah dinubuatkan juga dalam Perjanjian Lama (1 Tawarikh 16:33; Mazmur 9:8; 96:13; Pengkhotbah 3:17), suatu hari yang telah ditetapkan dan waktunya tidak seorang pun yang tahu (Markus 13:32). Tuhan Yesus berfirman bahwa Anak Manusia-lah (Dia Yesus) yang akan menghakimi seluruh umat manusia, baca Yohanes 5:22, 27 "Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak...Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia."


Apa tujuan penghakiman?


Strong mengatakan, "tujuan penghakiman akhir bukanlah untuk memastikan, melainkan untuk menyatakan watak serta penetapan berbagai keadaan lahiriah yang sesuai dengan watak tersebut." Akhir zaman hanya akan menyatakan betapa adilnya penghakiman yang dilaksanakan oleh Allah. Peristiwa-peristiwa penghakiman ini akan terjadi untuk menunjukkan keadilan Allah dalam berurusan dengan manusia. Kemurnian hidup manusia akan terlihat ketika menghadapi penghakiman di hadapan Tuhan Yesus.


Inilah berbagai penghakiman:

1. Penghakiman orang-orang percaya

Ketika Tuhan Yesus kembali, Ia akan menghakimi orang-orang percaya berdasarkan perbuatan mereka (Roma 14:10; I Korintus 4:5; II Korintus 5:10). Setiap orang akan diminta untuk mempertanggungjawabkan pemakaian talentanya (Matius 25:14-30), uang mina (Lukas 19:11-27), serta kesempatan yang telah diberikan kepadanya. Hari itu akan menyatakan apakah seseorang telah membangun dengan memakai kayu, jerami, rumput kering, ataukah emas, perak, dan batu permata (I Korintus 3:12). Alkitab juga menyebut berbagai jenis mahkota atau trofi: mahkota yang abadi (I Korintus 9:25), mahkota kebenaran (II Timotius 4:8), mahkota kehidupan (Yakobus 1:12; Wahyu 2:10), mahkota kemuliaan (I Petrus 5:4), dan mahkota sukacita atau kemegahan (I Tesalonika 2:19).

2. Penghakiman Israel

Kita melihat bahwa penganiayaan orang Israel sepanjang masa itu dalam kitab Wahyu (12:6, 13-17); hanya mereka yang tergolong sisa bangsa Israel yang dahinya termaterai akan bebas dari pengalaman ini (Wahyu 7:1-8). Yehezkiel dan Maleakhi membicarakan mengenai penghakiman yang Allah lakukan kepada orang Israel. Maleakhi menggambarkan bahwa Tuhan sedang duduk sebagai tukang pemurni logam, sambil mentahirkan orang-orang Lewi (3:2-5). Penghakiman inilah yang menentukan siapa dari orang Israel yang akan kembali ke tanah suci serta menjadi anggota Israel pada masa yang akan datang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2