Mohon tunggu...
Etwar Hukunala
Etwar Hukunala Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer I Karyawan Honorer

Manusia biasa yang perlu banyak belajar dan Hobi menulis. Apa yang terbaca dan terlintas dipikiran itu yang ditulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Politik dalam Pandangan Agama: Perspektif yang Beragam

21 Februari 2024   14:34 Diperbarui: 21 Februari 2024   14:34 210
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Politik (sumber : stock.adobe.com/JJAVA)

Politik dan agama sering kali saling terkait dalam kehidupan masyarakat dan mempengaruhi kepemimpinan sosial dan kebijakan pemerintah. Pandangan agama terhadap politik berbeda-beda sesuai keyakinan dan nilai agama masing-masing.

Politik dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu: politik adalah upaya warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles). Politik mengacu pada administrasi negara dan publik politik adalah kegiatan yang bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan kekuasaan dalam masyarakat.

Sementara agama berperan strategis dalam menciptakan dan memberikan nilai dan norma dalam membangun struktur negara dan disiplin sosial. Negara menggunakan agama sebagai legitimasi dogmatis untuk memaksa warga negara mengikuti aturan yang ada.

Persoalan hubungan agama dan politik merupakan persoalan lama dalam sejarah manusia modern, dan keduanya selalu menimbulkan kontroversi mengenai posisi agama dalam kancah politik, yang menyangkut setidaknya dua kelompok yang bertentangan secara diametral. Salah satu partai berkampanye untuk memasukkan agama dalam semua aspek politik.

Berikut beberapa pandangan mengenai politik secra singkat di beberapa agama terbesar di dunia:

1. Islam

Islam memandang politik sebagai aspek penting dalam struktur keagamaannya. Konsep pemerintahan Islam didasarkan pada prinsip-prinsip Syariah, yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang adil dan berkeadilan. Pemerintahan Islam dipandang sebagai wujud kekuasaan Tuhan di dunia. Pemimpin diharapkan mengikuti ajaran Islam ketika mengambil keputusan politik dan sosial.

Islam mengatur secara detail kehidupan manusia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk tata cara pemilihan pemimpin (politik). Aura Islam meliputi seluruh unsur kehidupan, mulai dari proses keberadaan manusia, sejak kematian seseorang hingga kebangkitan setelah kematian.

Dan seorang muslim diperintahkan untuk mengikuti ajaran tersebut dengan sempurna, yang artinya; Islam memang tidak berpolitik, tapi mereka yang memeluk agama islamlah yang berpolitik (orangnya).

Menurut pendekatan Islam, politik mempunyai landasan yang kokoh pada ajaran agama dan prinsip moral yang tertuang dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Islam bukan hanya sekedar agama, tetapi juga sistem pandangan dunia yang mencakup aspek politik, sosial, dan ekonomi. Islam menekankan pentingnya membangun masyarakat yang dibangun berdasarkan keadilan, kesetaraan, dan kebijaksanaan dalam lingkungan politik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun