Puisi

Puisi | Jakarta Berkabut

12 Oktober 2017   16:35 Diperbarui: 12 Oktober 2017   16:37 316 0 0
Puisi | Jakarta Berkabut
Jakarta penuh kabut (Dokumen Pribadi)

Dari kejauhan mulai terdengar

Nyaring, suara petir yang menggelegar

Membuat jendela kantor bergetar

Panik, cangkir teh terlempar tanpa sadar


Hujannya telah datang

Disertai angin yang begitu kencang

Jangan sampai ada badai menerjang

Bisa-bisa merepotkan semua orang


Jakarta mulai berkabut

Lalu lintasnya macet dan semrawut

Baju basah kuyup, pikiran jadi kalut

Sepanjang jalan terpaksa pasang muka cemberut


Baca juga:

- Puisi | Ibu, Engkaulah "Jimat" Kehidupanku

- Cerpen | Khairunnas Anfa'uhum Linnas

- Jalan untuk Kembali Pada-Nya

- Kisah Nyata | Rindu di Dalam Kalbu (2-Habis)