Mohon tunggu...
Ester Lianawati
Ester Lianawati Mohon Tunggu... Psikolog - Psikolog Feminis

Ada Serigala Betina Dalam Diri Setiap Perempuan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Yang Tak Terpisahkan, yang Tak Terlupakan

25 November 2021   01:35 Diperbarui: 25 November 2021   04:00 130 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumentasi pribadi. 

25 November 1929, kematian Zaza. Hanya itu yang tertulis di buku harian Simone de Beauvoir pada tanggal itu. 

Yang Tak Terpisahkan (Les Inseparables), demikian Sylvie Le Bon de Beauvoir, putri angkat sekaligus pewaris karya-karya Simone de Beauvoir, memberi judul roman yang ditulis Beauvoir pada tahun 1954, tetapi baru diterbitkan Oktober 2020. Sebuah roman mengenai kisah persahabatan Simone de Beauvoir dengan lisabeth Lacoin alias Zaza. 

Persahabatan yang tak terlupakan. Persahabatan yang mengukuhkan kebencian Simone de Beauvoir pada kemunafikan kelas borjuis. Persahabatan yang telah mendasari tulisan Beauvoir tentang relasi lesbian yang ia bahas dalam puluhan lembar dalam karyanya yang terkenal Le Deuxime sexe (The Second Sex). (Analisis saya mengenai hal ini dapat dibaca dalam Beauvoir Melintas Abad, p. 350-390).  

Buku Beauvoir Melintas Abad sendiri sengaja saya tulis dengan mengacu kepada teks-teks asli, untuk menampilkan kehidupan dan pemikiran Beauvoir yang sebenarnya. 

Saya katakan yang "sebenarnya" karena apa yang kita kenal tentang Beauvoir (demikian pula tentang feminisme -di- Prancis secara umum) banyak dipengaruhi oleh interpretasi penulis-penulis Amerika Serikat terhadap Beauvoir (dan feminisme di Prancis); yang tidak selalu menggambarkan realita yang sesungguhnya. 

Salah satu teks asli yang saya jadikan acuan adalah buku Les Inseparables ini. Simone de Beauvoir selalu mengharapkan dapat menemukan kembali persahabatan yang pernah ia alami dengan Zaza. 

Sepertinya dalam diri Sylvie, ia merasakan keintiman, keakraban yang sama dengan yang ia rasakan bersama Zaza. Tidak heran jika Sylvie mendapatkan kepercayaan untuk mewarisi karya-karyanya. 

Les Inseparables merupakan salah satu upaya Beauvoir untuk membangkitkan Zaza dalam karya-karyanya. Kematian Zaza begitu mendadak dan terjadi bersamaan dengan kehadiran Jean-Paul Sartre dalam hidup Beauvoir. 

Seperti yang dapat kita baca dalam buku hariannya Cahiers de jeunesse (2008), Beauvoir tengah dimabuk asmara saat Zaza bergelut dengan takdirnya sebagai gadis borjuis yang harus menikah sementara laki-laki yang ia cintai, Maurice Merleau-Ponty, belum siap membangun rumah tangga. 

Kematian dan cinta yang menimbulkan emosi berlawanan ini membuat Beauvoir tidak bisa benar-benar berduka secara "normal". Baru sekitar Mei 1931 saat hubungannya dengan Sartre sudah memasuki fase tenang, ia mulai mengkaji perasaannya terkait kematian Zaza: dari keterkejutannya mendapatkan kabar kematian Zaza sampai kesedihannya atas kehilangan sahabat, dari penyesalannya sebab saat itu kurang memperhatikan persoalan yang Zaza hadapi sampai kemarahannya karena tidak berdaya membantu Zaza, terutama kemarahannya terhadap keluarga Zaza dan Merleau-Ponty.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan