Esports IDN
Esports IDN

Memberikan informasi seputar dunia eSport Nasional dan Internasional.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Benarkah "eSports Masuk Olimpiade adalah Absurd"?

7 Maret 2018   11:53 Diperbarui: 7 Maret 2018   11:58 1706 1 0
Benarkah "eSports Masuk Olimpiade adalah Absurd"?
ilustrasi: mashable.com

Di tengah ramainya pembicaraan mengenai rencana memasukkan eSports sebagai bagian dari perhelatan olahraga akbar, Olimpiade, ternyata tidak sedikit pihak yang masih kontra terhadap rencana tersebut. Salah satunya adalah Reinhard Grindel, Presiden dari German Football Association (DFB), yang mengatakan bahwa eSports bukanlah bagian dari olahraga dan ambisi untuk membuat kompetisi game sebagai cabang resmi dalam Olimpiade adalah hal yang absurd. DBF sendiri adalah asosiasi sepakbola terbesar di Jerman, sekaligus salah satu pendiri dari FIFA.

"Sepakbola adalah rumah bagi rumput hijau dan tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang berbau dengan komputer. Bagi saya, eSports bukanlah olahraga," tutur Grindel, dan jika hal tersebut tidak cukup menimbulkan polemik di kalangan pecinta eSports, maka dirinya juga menegaskan perihal tren meningkatnya anak-anak yang habiskan waktunya di depan perangkat mobile sebagai 'eine absolute Verarmung' yang dapat diartikan sebagai 'degenerasi total'.

Namun, jika membandingkan antara event eSports dengan olahraga tradisional di Jerman, Grindel sepakat bila eSports merupakan kompetitor terbesar dari DBF. "Kompetitor terbesar yang datang ke klub kami bukanlah bola tangan ataupun basket, namun berasal dari perangkat digital," tandas Grindel. "Ini sungguh sebuah pemiskinan".

Cabang eSports Telah Diakui oleh IOC:

Menariknya, per bulan November tahun lalu, International Olympic Committee (IOC) sudah menyatakan bahwa eSports termasuk sebagai cabang olahraga resmi untuk dipertandingkan. Perkembangannya yang kuat dalam kalangan remaja di seluruh dunia membuat eSports sangat populer dan dapat menjadi bagian di Olimpiade.

Agar mendapatkan pengakuan lebih lanjut dari IOC, konten dari eSports tidak boleh 'melukai' nilai-nilai dari Olimpiade. Hal ini berarti tidak boleh ada pertandingan dari video game yang memiliki unsur kekerasan, bom, dan pembunuhan.

Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, yang baru usai bulan lalu dengan dukungan penuh dari Intel Corp, telah sajikan turnamen eSports, yakni StarCraft II. Total hadiah uang yang diperebutkan sebesar US$150.000 dan hasilkan Sasha 'Scarlet' Hostyn sebagai wanita pertama yang menang dalam turnamen premiere Starcraft II.

IeSPA: eSports Pasti Masuk Olimpiade 2024

Di Indonesia, baru-baru ini, Ketua Umum dari Indonesia eSports Association (IeSPA), Eddy Lim mengungkapkan tentang kepastian dari eSports dalam pagelaran olahraga Olimpiade. Beliau paparkan bahwa eSports Indonesia sudah secara resmi diterima sebagai anggota dari Komite Olimpiade Indonesia.

Hingga saat ini, mungkin masih banyak pihak yang pro dan kontra tentang masuknya eSports ke dalam Olimpiade. Akarnya adalah perdebatan apakah eSports termasuk sebagai sebuah olahraga atau bukan. Namun perdebatan ini tentu berkaitan dengan kepentingan banyak pihak yang memiliki opini dan argumennya masing-masing.

Menurut kamu, apakah eSports pantas untuk diperlombakan dalam Olimpiade?

eSports Masuk Olimpiade?