Mohon tunggu...
Evi Siregar
Evi Siregar Mohon Tunggu... Dosen-peneliti

Bekerja di sebuah universitas negeri di Mexico City.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Meksiko, Kaktus, Nopal, dan Peyote

26 Mei 2019   04:47 Diperbarui: 27 Mei 2019   16:14 0 7 2 Mohon Tunggu...
Meksiko, Kaktus, Nopal, dan Peyote
Xochipilli sang dewa bunga-bunga. Museo Nacional de Antropologia. Arsip Pribadi

Kaktus adalah tumbuhan yang masuk dalam rumpun keluarga cactaceae, dan menjadi bagian dari tumbuh-tumbuhan sukulen. Habitat asli dari tumbuhan ini adalah wilayah benua Amerika, terutama di daerah kering dan gersang. Para ahli memperkirakan rumpun keluarga cactaceae sudah ada sejak 30 sampai 40 juta tahun yang lalu, dan saat ini paling tidak ada 2500 species.

Jenis kaktus sendiri sangat beragam, ada yang berduri dan ada yang tidak berduri, ada yang berbunga dan ada yang tidak berbunga. Ukurannya pun bervariasi, dari yang terkecil yang tidak melebihi satu sentimeter sampai yang terbesar yang dapat mencapai 18 meter.

Meskipun memiliki karakter yang mirip, kaktus berbeda dengan rumpun keluarga crassulaceae dan tumbuhan sukulen lainnya. Hanya saja, kalau kita pergi ke tempat penjualan tanaman kaktus, biasanya selalu dicampur dengan tanaman yang berasal dari rumpun keluarga crassulaceae dan tanaman sukulen lainnya.

Tanaman-tanaman tersebut sangat luar biasa dalam beradaptasi. Meskipun habitat aslinya adalah tanah kering dan gersang, tanaman-tanaman tersebut dapat beradaptasi dengan baik di dalam ruangan tertutup di manapun dan dengan iklim yang berbeda sekalipun. Itu sebabnya, tak heran jika sekarang ini kaktus (serta rumpun keluarga crassulaceae dan tanaman sukulen lainnya) menjadi in sebagai penghias di rumah atau di kantor.

Selain memiliki fungsi estetis, tanaman kaktus juga berfungsi untuk meratakan kelembaban udara dan memurnikannya. Ini membantu mencegah kekeringan pada kulit, tenggorokan dan selaput lendir, serta iritasi dan batuk. Selain itu, tanaman ini dapat menyerap unsur-unsur kimia berbahaya bagi kesehatan kita dan debu udara.

Selain berfungsi sebagai tanaman hias, kaktus juga bisa dikonsumsi. Tentu saja bukan semua jenis kaktus yang bisa dikonsumsi. Di Meksiko dikonsumsi jenis kaktus yang bernama nopal, satu specie tanaman opuntia. Jenis kaktus ini (nopal) merupakan bagian dari budaya pra-Hispanik. 

Masih ingat legenda terjadinya kota Mexico City? Orang-orang Aztek yang awalnya bermukim di utara Meskiko harus hijrah, meninggalkan tempat tinggal mereka dan mencari tempat tinggal baru untuk membuat kehidupan baru yang lebih baik, dan bahkan, menurut mimpi kepala suku, menjadikan mereka bangsa yang besar. 

Dalam mimpi itu dewa mereka berpesan untuk berjalan terus ke arah selatan dan berhenti (membuat kehidupan baru) ketika mereka menemukan satu tanda: melihat pohon nopal di tengah danau yang di atasnya dihinggapi seekor burung elang yang sedang menggigit ular. Nopal, burung elang, dan ular adalah simbol Imperium Aztek, sekaligus menjadi simbol budaya Meksiko.

Imej tentang dunia Mexica. Museo Nacional de Antropoligia. Arsip Pribadi
Imej tentang dunia Mexica. Museo Nacional de Antropoligia. Arsip Pribadi
Nopal (yang berasal dari bahasa nahuatl nohpalli), khususnya, menjadi simbol makanan pokok Meksiko (bersama jagung). Mengapa? Karena tumbuhan itu hidup di sebagian besar wilayah Meksiko.

Menurut catatan sejarah, nopal (bersama maguey, jagung, dan kacang merah) sudah dikonsumsi sejak 9 ribu tahun yang lalu dan menjadi makanan pokok orang-orang Chichimecas (nama umum yang diberikan kepada beberapa komunitas penduduk asli yang mendiami wilayah utara Meksiko; periode awal kemunculan mereka adalah 1000 tahun sebelum Masehi).

Menurut Enrique Vela, pada masa pre-Hispanik tumbuhan nopal, selain dikonsumsi sebagai makanan pokok, juga digunakan sebagai obat, di antaranya untuk mengobati kulit dari memar atau luka bakar dan anti-inflamasi. Nopal memiliki kalsium yang tinggi dan dapat menurunkan berat badan. 

Selain itu, mengonsumsi estrak nopal segar dapat menurunkan kadar glukosa di dalam darah. Ini disebabkan oleh serat dan lendir yang terdapat di dalam daun nopal yang dapat menghambat penyerapan glukosa di dalam usus dan meningkatkan sensibilitas sel terhadap insulin. Serat dan lendir nopal juga berfungsi untuk melumasi dinding usus, menyerap air, dan membantu mengatur kadar kolesterol di dalam darah.

Pemerintah Meksiko selalu menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi nopal, karena selain harganya murah, daun nopal berkhasiat untuk mencegah kanker usus besar, mengendalikan kolesterol, mencegah diabetes, mengobati obesitas, menurunkan berat badan, menjaga kelembaban tubuh, mengobati diare, membantu mengobati penyakit maag dan luka di dinding usus, menjaga kesehatan hati, dan mengurangi resiko terjadinya pengeroposan tulang.

Selain daunnya yang dapat dikonsumsi menjadi makanan dan minuman, buah nopal juga dapat dimakan. Di Meksiko buah nopal disebut tuna. Rasanya enak, mirip ketimun tetapi lebih manis. 

Musim buah tuna adalah antara bulan april dan november, tetapi bulan Juli, Agustus, dan September adalah puncak musim buah tuna. Saat ini ada lebih dari 100 jenis tumbuhan nopal di Meksiko dan mayoritas merupakan tanaman endemik Meksiko. 

Selain nopal, ada jenis kaktus lain yang mungkin dapat dikatakan istimewa, yaitu peyote. Peyote (lophophora williamsii) juga merupakan tanaman endemik Meksiko. Apa yang membuat peyote istimewa? Tumbuhan ini mengandung senyawa alkaloid yang bersifat psikoaktif dan meskalin, zat yang menyebabkan efek psidelik atau halusinasi. Setelah peyote, kaktus San Pedro (echinopsis pachanoi) adalah jenis kaktus yang juga memiliki meskalin yang tinggi.

Mariana Rojas pernah menulis sebuah artikel yang cukup lengkap mengenai peyote. Ia menceritakan bahwa di antara temuan-temuan arkeologi di Colima mengenai tumbuhan yang menyebabkan efek halusinasi yang sudah ada 2000 tahun yang lalu di antaranya adalah peyote. Weston La Barre berpendapat bahwa peyote sudah pada pada Zaman Perunggu; sementara Carl Lumholtz menemukan bukti baru yang menunjukkan bahwa peyote sudah ada sejak 7000 tahun yang lalu.

Menurut catatan Mariana Rojas, pada masa pra-Hispanik, penduduk asli Meksiko menganggap peyote sebagai tanaman yang sakral yang memberikan banyak manfaat, di antaranya untuk menyembuhkan penyakit, agar panen baik, untuk memprediksi masa depan, agar berani di dalam pertempuran, dan untuk memberikan kekuatan telepati. Namun, pada masa kolonial, terutama abad ke-16 dan ke-17, penggunaan peyote dilarang oleh gereja karena dianggap sebagai penyembahan kepada setan.

Meskipun pada masa kolonial penggunaan peyote dilarang (dan dilakukan pemusnahan terhadap tumbuhan ini), ritual dengan menggunakan peyote terus dipraktekkan terutama oleh penduduk asli. Ketika Meksiko merdeka, praktek tersebut (terutama yang dilakukan oleh penduduk asli) tidak dilarang, karena dianggap sebagai bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat tradisional. 

Dalam catatan Mariana Rojas disebutkan bahwa ritual dengan menggunakan peyote sampai sekarang masih terus ada (dilakukan oleh masyarakat Tarahumaras dan Huicholes yang berada di utara Meksiko. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2