Mohon tunggu...
Eko Sutrisno Hp
Eko Sutrisno Hp Mohon Tunggu... lainnya -

Blogger Goweser Jogja, owner Mie Sehati (http://miesehati.com).|.\r\n Anggota komunitas TDA, |.\r\n Blog pribadi http://eeshape.com Blogger Goweser!Runner.|.\r\nhttp://eeshape.com/ |\r\n eko.eshape@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Politik

[Akhirnya] Cicak Itu Perlu Buaya

6 November 2009   00:19 Diperbarui: 26 Juni 2015   19:26 748 0 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
[Akhirnya] Cicak Itu Perlu Buaya
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

"Buaya tak perlu dukungan Cicak. Cicak yang perlu Buaya !", begitu kata seorang Buaya pada beberapa Cicak yang mengelilinginya.

"Ingat mas Buaya, sampeyan jadi begini ini karena ada kontribusi dana dari kami para Cicak, kalau tidak darimana kamu dapat semua fasilitas itu?"

"Nah terbukti kan, kalian yang perlu untuk membayarku bukan aku yang harus membayarmu. Kalian perlu aku untuk melindungi kalian. Jangan menye-menye begitu !"

"Kalau semua Buaya arogan seperti sampeyan ya nama korps sampeyan akan hancur"

"Kalian itu, para Cicak, kalau tidak tahu hukum itu jangan asal bersuara. Pikir dulu sebelum ngomong! Kalian ini para Cicak memang sukanya nyebar berita bohong kesana kemari"

"Bukannya sampeyan yang harusnya mikir dulu sebelum memberikan pernyataan"

"Aku jadi buaya ini karena bisa mikir dengan baik, kalian jadi Cicak ini karena gak bisa mikir dengan baik. Kalian ini kurang mikir, kurang makan, kurang pendidikan, kurang apa lagi? Kalian ini kurang semuanya. Lihat kami ini yang serba kecukupan. Duit dari kalian ini seberapa sih?"

"Masih mending kita kurang makan tapi tetep bisa makan dan makanan kita adalah makanan yang halal dan baik. Bukannya sampeyan ini yang makanannya suka berlebihan dan suka makanan busuk? Bener kan...buaya suka makanan yang sudah busuk?"

"Kami selalu makan yang segar dan lezat, kalian ini jangan sok tahu ya...!"

"Bagi sampeyan makanan itu memang segar dan lezat, bagi kami makanan sampeyan itu berbau busuk karena memang busuk"

Perdebatan Buaya versus Cicak itupun tak pernah selesai, karena keduanya saling berpegang pada kebenaran versi mereka masing-masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan