Mohon tunggu...
Ersy Widiani
Ersy Widiani Mohon Tunggu... Pendidikan Matematika

Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pendidikan Matematika pada Anak di Masa Pandemi (Covid-19)

14 Agustus 2020   10:15 Diperbarui: 14 Agustus 2020   10:23 58 1 0 Mohon Tunggu...

Mewabahnya pandemi Covid-19 hampir menyebar ke berbagai negara diseluruh dunia bahkan sudah menembus angka 6,2 juta jiwa yang positif terkena virus tersebut di seluruh belahan dunia sedangkan di Indonesia sendiri sudah pada angka 28,2 ribu orang mulai dari  usia lanjut sampai anak-anak sudah menjadi korban keganasan virus ini). 

Keganasan wabah tersebut hampir berdampak pada semua sektor di Indonesia, salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah sektor pendidikan. 

Sehingga pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan Indonesia mengambil langkah cepat dan antisipasi dini dengan menetapkan semua proses belajar mengajar mulai dari tingkat pendidikan tinggi hingga dasar di lakukan dari rumah atau secara daring, hal tersebut sebagai upaya pencegahan penularan wabah yang masif dan sangat cepat mengingat sekolah merupakan salah satu tempat berkumpulnya manusia dalam jumlah banyak

Di tengah keadaan dan kondisi sekarang, kreatifitas dan keaktifan para orang tua harus hadir disaat pembelajaran yang dialihkan bersama orangtua dirumah, setiap kegiatan pengajaran yang dilakukan bersama anak haruslah dengan cara yang asyik dan menyenangkan bagi anak yaitu dengan konsep bermain. 

Jika para orang tua tidak dapat membuat suasana asyik dan menyenangkan, akan berakibat kepada kejenuhan/kebosanan, dan berujung pada masalah perilaku seperti tantrum pada anak, atau anak akan beralih kepada aktivitas-aktivitas yang bersifat pasif dengan bermain handphone/gadget, dan menonton televisi dalam jangka waktu yang lama. 

Aktivitasaktivitas pasif yang dilakukan dalam kurun waktu yang lama tersebut akan memiliki pengaruh yang negatif dan buruk terhadap perkembangan anak, diantaranya rendahnya kreativitas yang dimiliki anak, kurangnya waktu tidur, meningkatnya obesitas pada anak dan banyak masalah lainnya yang disebabkan oleh aktivita Pandemi COVID-19 berimbas pada perekonomian masyarakat, terutama pekerjaan informal yang rentan berkuruang pendapatannya hingga sampai kehilangan mata pencaharian lantaran tidak bisa kemana-mana dan sepinya permintaan di masa pandemi ini.

Salah satu pembelajaran yang merupakan dasar keilmuan namun menjadi sulit untuk diajarkan dan menjadi momok bagi banyak kalangan orangtua anak adalah mengajarkan matematika sejak dini, aktivitas di lapangan lebih cenderung kepada aktivitas calistung yang lebih dominan. Hal ini juga menyebabkan keterpaksaan secara kognitif sehingga terjadinya stress akademik kepada anak karena kurangnya unsur bermain dalam mengajarkan matematika kepada anak usia dini.

Implemetasi kagiatan pemebelajaran matematika cukup menyulitkan siswa dan guru saat pandemi Covid-19, apalagi siswa harus belajar dari rumah. Belajar jarak jauh di rumah berarti orang tua memiliki peran penting untuk memantau kegiatan anak di rumah selama sekolah diliburkan di Era Covid-19 ini, apalagi kalau siswa diajak belajaran matematika melalui Daring (dalam jaringan). 

Sudah saatnya guru meninggalkan proses pembelajaran yang mengutamakan hapalan atau menemukan satu jawaban soal yang benar, metode pembelajaran era globalisasi saat ini, pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan untuk pengembangan media dan multimedia pembelajaran matematika.

Pembelajaran matematika bagi anak usia dini akan lebih ringan dan mudah bila belajar matematika menggunakan pendekatan yang sederhana yaitu dekat dengan konteks kehidupan sehari-hari dari lingkungan anak. 

Terlebih dalam situasi, kondisi dan suasana sekarang, anak memiliki kesempatan yang banyak dalam belajar mengamati secara langsung kegiatan-kegiatan yang menunjang pengetahuan kognitif mereka dirumah yang bermanfaat bagi pengalaman anak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x