Mohon tunggu...
Erny NurAini
Erny NurAini Mohon Tunggu... Mahasiswa Perbankan Syariah

Kuliah di UNISNU

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Problematika serta solusi menanggulanginya

14 Juli 2020   06:38 Diperbarui: 14 Juli 2020   06:39 13 1 0 Mohon Tunggu...

Seiring berkembangnya teknologi serta kebudayaan di lingkungan masyarakat bahkan bisa di lingkungan yang canggih yang dapat mempengaruhi kehidupan sekitar sehingga memicu adanya problem-problematika baik terhadap layanan di perbankan syariah maupun keuangan di indonesia dengan berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila pancasila. Problematika ini terjadi dan menyerang pada penegakan hukum serta dunia bisnis ekonomi.  Ini semua tidak bisa dibiarkan begitu saja dikarenakan dapat berpengaruh buruk dalam sistem ekonomi maupun pelaksanaan tata keuangan di perbankan syariah.

Adanya investor-investor dari luar negeri justru mempermudah menimbulkan problem-problem yang tanpa kita sadari keberadaannya. Namun banyaknya investor dari luar negeri juga memiliki banyak keuntungan baik dalam memenuhi supply dalam mengembangkan saham, nah dengan berkembangnya saham dalam perusahaan ini bisa membuat kondisi di perusahaan akan pulih. Namun sebaliknya jika kegiatan investasi yang dilakukan investor tidak berjalan semestinya akan membuat rugi dan bangkrut perusahaan itu sendiri.

Semisal contoh transaksi di perbankan bisa berupa menabung, mentransfer bahkan mengirimkan giro maupun desposito. Jika transaksi-transaksi ini tidak sesuai prosedur bahkan melenceng dari kesepakatan maka bisa menambah memperkeruh keadaan dan problematika di pelayanan perbankan syariah ini. Problematika pada transaksi-transaksi perbankan ini dapat diartikan sebagai suatu permasalahan yang lumayan serius dalam menegakkan supremasi hukum di negara indonesia yang ikut serta merasuki sistem-sistem hukum di indonesia ini bisa semakin rapuh dan buram tak nampak ditendang adanya teknologi zaman baru.

Dalam kehidupan yang kita jalani kesehari harian disaat ini dan dimana kita ikut serta merasakan kerasnya politik di zaman sekarang seiring berkembangnya pesat globalisasi serta teknologi yang semakin maju. Tanpa kita sadari banyak sikap kita yang melenceng akan adanya lima sila dasar yang terdapat di pancasila. Sebagai contoh yaitu sila kedua yakni berisikan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Nah dalam sila yang kedua ini, dapat disimpulkan sebagaimana setiap manusia memiliki sikap yang senantiasa adil dan dalam beradab. Namun kebanyakan orang sekarang malah melakukan kecurangan untuk keperluan sendiri tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya dengan berlaku tak adil, contohnya ada pejabat yang melakukan korupsi dan memakan hak rakyat hanya untuk berfoya-foya serta menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan pribadi yang dapat merugikan rakyat. Dengan adanya korupsi ini dapat memengaruhi idelogi kita dan itu juga dapat berpengaruh pada perundang-undangan.

Dan contoh lain Dalam sila kelima ini yang berisikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dapat disimpulkan bahwa seluruh rakyat indonesia harus menerima perlakuan yang adil dari pemerintahan baik itu warga miskin maupun warga yang kaya.

Dan mlenyetarakan hak serta kewajiban seluruh rakyat. Itu beberapa contoh penjabaran dari sila 2 dan sila ke 5 soal nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam pancasila. Mungkin diatas sudah saya jelaskan bagaimana penerapan nilai- nilai kemanusiaan maupun keadilan yang terkandung dalam pancasila. Namun sekarang saya akan membahas soal bagaimana solusi dan caranya untuk menyelesaikan problem-problematika yang terjadi pada transaksi-transaksi perbankan syariah maupun di bagian keuangan.

Bisa dengan cara meningkatkan pelayanan yang baik dalam proses transaksi-transaksi tersebut. Jika belum bisa menanggulangi hal tersebut bisa dilakukan dengan memperbaiki kualitas maupun susunan dalam hukum suatu negara, karena problem-problematika sangat bisa ditemui karena ketidaknyamanan dalam bertransaksi di sarana perbankan syariah keuangan.

Contoh lain dari problem-problematika di suatu negara yakni korupsi, kecurangan dalam berbisnis, menjatuhkan lawan kinerja dengan cara yang kurang baik, adanya transaksi suap menyuap nah dari contoh diatas memang sering terjadi di dunia bisnis maupun lingkup perbankan syariah terutama di bagian keuangan. Cara lain untuk menanggulangi hal tersebut bisa dengan pemberian progress maupun program kerja yang sesuai kapasitas dari karyawan-karyawan tersebut. Dengan adanya program kerja mereka bisa mengoptimalkan agar tidak melakukan korupsi dan menyeleweng di perbankan syariah bagian keuangan.

VIDEO PILIHAN