Mohon tunggu...
Ernesto Raditya
Ernesto Raditya Mohon Tunggu... Student

I live my life.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bias Kebenaran Disekitar Kita

29 September 2020   18:26 Diperbarui: 29 September 2020   22:13 28 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bias Kebenaran Disekitar Kita
Foto masyarakat pendukung gerakan LGBTQ+


Banyak orang mengatakan bahwa urusan cinta dan orientasi seksual adalah hal yang sangat privat. Ada yang beranggapan hal tersebut sangatlah subjektif dan orang lain tidak boleh mengintervensi pilhan orang lain. LGBTQ+ 

adalah salah satu cerminan fenomena yang kini marak dibahas. Banyaknya persepsi terhadap LGBTQ+ menimbulkan pro dan kontra tersendiri bagi masyarakat. Ada yang beranggapan bahwa hal tersebut sah-sah saja (kebebasan berekspresi), namun ada juga yang beranggapan hal tersebut diluar 'kodrat' manusia. 

Tentu, jika ada sesuatu yang berbeda dan tidak selaras dengan 'latar belakang' yang sudah menjadi common sense, sesuatu akan sulit diterima. Mengingat bahwasanya persepsi timbul dari pengetahuan, latar belakang, dan faktor-faktor lain yang melekat pada diri individu, maka ucapan pro dan kontra terhadap sesuatu memanglah wajar. Keberagaman dalam menilai suatu ideologi atau fenomena tersebutlah yang membedakan manusia dengan hewan.

Masyarakat Boyolali membuat aksi tolak lesbian dan gay
Masyarakat Boyolali membuat aksi tolak lesbian dan gay
Dalam Samovar, Larry A, Richard E. Porter, Edwin R. McDaniel (2017), dikatakan bahwa persepsi sangat bersinggungan dengan budaya. Dan budayapun memiliki sifat "Cultural patterns can be contradictory", dimana nilai kontradiktif dalam suatu budaya dapat ditemukan banyak perbedaan yang kontradiktif, dan hal tersebut tidak akan bisa lepas dari peradaban manusia. Oleh karena itu, dalam melihat kasus LGBTQ+ ini, tidak bisa kita melihat dari budaya kita saja ataupun ajaran agama kita. Perlu kita sadari bahwasanya budaya sangat bisa dinilai dari banyak sudut, maka janganlah kita selalu menyalahkan ataupun mengoreksi apa yang dipilih oleh individu lain.

 Maka jika ini dikaji lebih dalam, nilai dan esensi kebenaranpun akan menjadi semu dan abu-abu. Tidak ada hal yang kita yakini seratus persen benar, ataupun sebaliknya. Teruslah belajar dan mau menerima apa yang terjadi di sekitar kita.



Daftar Pustaka:

Samovar, L. A., Porter, R. E., McDaniel, E. R., & Roy, C. S. (2017). Communication Between Cultures Ninth Edition. Boston: Cengage Learning

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x