Mohon tunggu...
Erna Suminar
Erna Suminar Mohon Tunggu... Dosen - Pembelajar, sederhana dan bahagia

# Penulis Novel Gerimis di El Tari ; Obrolan di Kedai Plato ; Kekasih yang tak Diinginkan ; Bukan Cinta yang Buta Engkaulah yang Buta. Mahasiswa Program Doktor Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Memberi dan Menerima

13 Mei 2020   07:05 Diperbarui: 13 Mei 2020   11:56 196 4 0 Mohon Tunggu...

Islam mengajarkan : janganlah memberi dengan menyakiti hati penerima, dengan menyebut-nyebut dan mengungkitnya (QS 2:264). Terus, apakah orang yang memberi lebih hebat dibandingkan yang menerima? Apakah tangan di atas lebih baik dibandingkan tangan di bawah?

Sesungguhnya memberi itu membuat hati bahagia, dan para orang yang diberi memberi jalan kebahagiaan bagi yang diberi. Semakin banyak harta kita, dan banyak memberi, kita merasa bahagia berlipat karena merasa hidup kita memiliki arti.

Namun Islam juga mengajarkan, jangan berlebih-lebihan saat memberi, jangan terlalu mengulurkan dan jangan juga terlalu kikir, sebaik-baiknya orang adalah yang berlaku adil pada dirinya sendiri dan orang lain. Setiap muslim diajarkan untuk memikirkan hari esoknya. 

Kita hidup bukan di zaman Rasulullah, yang dengan lantang Abu Bakar berkata, saat memberikan seluruh hartanya bagi perjuangan dakwah, "Cukuplah, tinggal Allah dan Rasul-Nya." Kita hidup di zaman, mungkin cicilan mobil atau rumah yang harus dibayar. Mungkin juga harus menyiapkan biaya pendidikan anak-anak. Setiap orang perlu proporsional saat memberi.

Menjadi seorang penderma itu tidak lebih mulia dibandingkan yang diberi derma. Keduanya sama-sama mulia.  Sepanjang kita hidup, kita akan selalu  ada dalam posisi memberi dan menerima.

Di lain waktu, kita yang menjadi penerima. Kesalehan sosial, selalu mewujud dalam rupa yang berbeda, bisa jadi yang memberi, bisa jadi yang menyalurkan, bisa juga menjadi penerima yang memberikan jalan bagi orang lain mengekspresikan cinta dan kepedulian.

Saya terkenang pada tulisan Sindhunata : "Jadi kau jangan bermegah atau sombong kalau telah melakukan perbuatan baik, kau hanyalah jalan dan kesempatan bagi kebaikan itu untuk menjelma."

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x