Mohon tunggu...
Ermansyah R. Hindi
Ermansyah R. Hindi Mohon Tunggu... Lainnya - Aktivis Masyarakat Pengetahuan, Free Writer, ASN

Bacalah!

Selanjutnya

Tutup

Nature

Mengapa WTO antara Gugatan, Hasrat untuk Ekspor, dan Minerba?

1 Oktober 2022   15:05 Diperbarui: 8 Oktober 2022   15:56 104 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : nytimes.com, 2019/12/08

Jika bukan Ayah, WTO adalah Bro (A, B huruf kapital), saudara Indonesia dalam bidang ekonomi, tepatnya perdagangan bebas dunia.

Gayung bersambut, Presiden Jokowi (13/10/2021), akhirnya melayani pernyataan gugatan World Trade Organization (WTO) sebagai akibat kebijakan larangan ekspor nikel yang diterapkan oleh negara kita.

Saya teringat dengan buku, berjudul Indonesia Menggugat, karya Ir. Soekarno. Sebuah risalah yang diterbitkan oleh Departemen Penerangan Republik Indonesia.

Ia adalah tulisan yang tajam suaranya di balik teks, setajam lidah saat beliau berpidato, yang menggerakkan massa.

Buku itu ditulis tahun 1930 sesuai latar belakang penderitaan massal dialami oleh rakyat yang terjajah, termasuk pembelaan atas dirinya di depan pengadilan kolonial Belanda ‘tempoe doeloe’.

Dari satu kasus tertentu, keadaan bisa menjadi gambar terbalik. Sebagaimana peristiwa mutakhir, WTO menggugat Indonesia.

Kini, kita sudah mengetahui, bahwa kita berada di era digital. 

Permasalahan dan tantangan berbangsa dan bernegara kian kompleks. Lain zaman, lain pula sudut pandang dan pemikirannya.

Tidak berarti orang Indonesia terburu-buru menarik kesimpulan tentang sebagian dari anggota WTO merupakan agen penjajah dan hegemoni global.

Gerah rasanya Indonesia jika mengulur-ulur waktunya untuk mengekspor nikel maupun tambang mineral dan batu bara (minerba). Silahkan Bro WTO, kami menghargai keputusan Anda!

Tetapi, kemunculan wilayah pernyataan tidak tanggung-tanggung dilontarkan oleh Presiden Jokowi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan