Mohon tunggu...
Erly
Erly Mohon Tunggu... Mahasiswa - Just call me EL

I love coffee and cats

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pengaruh Tayangan Kriminal terhadap Perilaku Remaja

9 Desember 2021   15:18 Diperbarui: 9 Desember 2021   15:27 63 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pengaruh Tayangan Kriminal Terhadap Perilaku Remaja

Erly Lidiyana/KM107

210501070009


Tayangan televisi semakin hari semakin beragam. Hal ini tentunya berkaitan dengan audiens yang beragam pula, seperti perbedaan usia, pendidikan, lokasi dimana mereka berada, tentunya hal ini menjadi faktor sehingga kebutuhan akan tayangan televisi pun berbeda-beda. 

Jika kita mengerucut pada tayangan berita, dari sumber yang saya dapatkan dari id.wikipedia.org, sejak berdirinya TVRI pada 1962, hingga 27 tahun setelah berdirinya TVRI, terdapat 15 jaringan televisi yang masih bersiaran yang masuk dalam Jaringan mayor, yaitu jaringan yang jangkauan siarannya mencakup seluruh wilayah dalam tiga zona waktu di Indonesia -- WIB, WITA, dan WIT. Contohnya: TVRI, RCTI, Indosiar, Metro TV, Trans7 dan lain-lain.

Tentunya tayangan televisi yang ada di Indonesia, memiliki penggemarnya masing-masing. Dari sekian banyak program yang beredar di televisi, pada artikel ini secara khusus saya ingin membahas mengenai sebuah tayangan di stasiun TV Trans7, yaitu The Police.

The Police adalah sebuah program reality show yang bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang kejadian kriminal yang ada di Indonesia, yang mengikuti aksi dan kegiatan kepolisian dalam menjaga keamanan, menangkap pelaku kejahatan, serta memberikan teladan bagi masyarakat. Tayang setiap Senin - Jumat pukul 23.00 WIB.

Salah satu episode dari The Police yang saya amati pada 4 Desember 2021 lalu, yaitu mengenai Tim Sat Resnarkoba Polres Serang yang memburu pengedar sabu. Pada tayangan ini, diceritakan kronologi bagaimana Tim Kepolisian menyusun strategi untuk melakukan penangkapan terhadap pengedar sabu, dan melakukan investigasi lebih lanjut untuk pengembangan kasus yang bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana para pengedar sabu ini mendapatkan barang tersebut, dan siapa target/korbannya.

Lalu, di akhir tayangan diberikan informasi terkait undang-undang yang dapat menjerat si pengedar narkoba, yaitu: pelaku dikenakan pasal 112 ayat satu dan pasal 127 ayat satu huruf A undang-undang nomor 35 tahun 2009. Tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun.

Dengan penyajian atau penyampaian informasi yang dikemas dengan menarik, penuh dengan ketegangan dan edukasi, saya menganalisa di lingkungan sekitar, bahwa dari tayangan di atas pengaruhnya sangat erat terhadap perilaku di masyarakat. Yaitu bagaimana masyarakat menyadari resiko dari kepemilikan narkoba, bahwa hal tersebut adalah dilarang oleh Negara. Alasannya tentu sangat jelas, karena narkoba membuat kerusakan. Narkoba dapat merusak mental dan fisik seseorang, terlebih dapat mengancam keamanan masyarakat dan ketahanan nasional.

Sehingga, diharapkan setelah menonton tayangan edukasi seperti ini, masyarakat dapat mengantisipasi hal-hal tersebut agar tidak terjadi di lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh, ketika orang tua menonton tayangan ini, mereka dapat memberitahukan kepada anak-anaknya bagaimana dampak buruk dari narkoba. Dan ketika yang menonton tayangan ini adalah remaja, mereka dapat mengetahui dampak yang terjadi dari memakai atau mengedarkan narkoba. Sehingga mereka dapat lebih bertanggung-jawab.

Tentunya ini adalah salah satu peran penting dari adanya media, yaitu untuk memberitahukan atau menginformasikan ke khalayak. Sehingga masyarakat dapat mengetahui hal-hal yang baik atau sebaliknya, hal-hal yang perlu dihindari atau diwaspadai.

Dari rangkaian diatas, dapat disimpulkan bahwa memilih tayangan yang sesuai dapat memberikan dampak yang positif. Dan sebaliknya, ketika kita kurang bijak dalam memilih tayangan, akan memberikan dampak yang negatif. Dalam kasus tayangan di atas, masuk dalam kategori kriminal, sehingga diperlukan adanya pengawasan orang tua. Karena jika berita atau tayangan yang negatif didengarkan oleh anak-anak, hal tersebut dapat memberikan efek trauma atau ketakutan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan