Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Freelancer - 🐇🦢🌱Berakit Rakit Ke hulu, Berenang renang ketepian, aku bersungguh sungguh untuk kamu, TAPI, kamu malah demikian🌴🌿
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

🐇🦢 Terbentur----TeRBENTUR----TerbENTUR----TERBENTUK🐇🦢

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Hitam di Atas Putih

21 Juni 2022   04:35 Diperbarui: 21 Juni 2022   19:35 1144
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi by Pixabay / Blickpixel

Tidak sengaja. Hari ini pagi cerah ceria membuat aliya enggan bergeming lagi di kamarnya dan membuat ia ingin segera bergegas menikmati dunia

Aliya---seorang gadis belia yang tinggal bersama neneknya di pedesaan yang asri dan rimbun. 

Seperti hari ini. Aliya ingin segera bergegas bermain layang-layang dengan rekan rekan sebaya di tanah lapang. 

Muara pinta... Di tengah-tengah perlombaan ingin bermunajat, 

"Ya Tuhan, buatlah layang-layangku tetap mengangkasa di awan walau badai angin mencoba menerpa?... "

Terperanjat lah ia ketika sampai di tanah lapang bermain layang-layang ditemani rekan-rekan dan hembusan angin yang menyejukkan. 

Aliya---meskipun tubuhnya meringkuh berdentum sakit karena tergores luka, ia tetap gigih bersemangat dalam bermain seutas tali layang-layang. 

Mata berbinar binar membuatnya betah dan tak ingin singgah di tanah lapang, hingga semampailah ia tak sengaja memutus tali layang rekannya. 

"Waduhh,... Gimana ini, layang-layang temanku jatuh dan sudah tidak berbentuk lagi..? "

Panik bukan kepalang aliya tunjukkan dengan gelagap takut, sedih dan cemas rekannya akan murka. 

Nasib malang---langit juga bagai gayung bersambut yang menghujam aliya dengan muka muram dan mendung yang sebentar lagi akan hujan. 

"Aldo, maafin aku,aku tidak sengaja memutus tali layang layang itu, ayo aldo kita lanjutkan nanti saja,ayo segera pulang..."

Sembari alya meminta maaf kepada aldo dengan wajah pucat pasi dan mulut berkomat kamit memanjatkan doa, sejenak aldo juga berkata, 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun