Mohon tunggu...
Eri Irawan
Eri Irawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa bimbingan dan konseling pendidikan islam

Jangan lupa di like + follow koment kawan, agar kami lebih giat lagi dalam berkarya 😊

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rumput yang Menangis

16 September 2023   11:39 Diperbarui: 16 September 2023   11:52 50
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Hari - hariku diinjak dan bunuh

Seakan aku terlalu jijikΒ 

untuk dibiarkanΒ hidup

Sakit dan perih ku alami

Tak diperdulikanΒ 

Bahkan dicampakan

Namun sungguh egois mereka

Begitu kejam

Bak sinetron namun nyata

Di kala aku di cabut secara paksa

Bak malaikat pencabut nyawa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun