Mohon tunggu...
eri fauzi rahman
eri fauzi rahman Mohon Tunggu... Guru

Guru di SMKN 1 Sukanagara Kabupaten Cianjur Jawa Barat

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

The Hijrah

11 Juni 2020   11:50 Diperbarui: 11 Juni 2020   11:52 125 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
The Hijrah
www.facebook.com › RainShadowTheatre

Fase terpenting hidup seseorang yaitu ketika ia mengalami perubahan diri ke arah yang lebih baik. Fase perubahan penting ini disebut dengan “hijrah”.

Secara harfiah “hijrah” berarti “meninggalkan”. “Hijrah” juga sering dimaknai sebagai perpindahan atau peralihan dari satu kondisi ke kondisi yang lain. “Hirjah” merupakan ruh yang menjiwai gerakan seseorang.

Kata “hijrah” diambil dari hadist Nabi Muhammad SAW. Menurut kalangan ulama fiqih, pesan penting terkait dengan esensi hadist “hijrah” ini yaitu niat seseorang dalam berbuat baik. Sementara kalangan sufi menempatkan “hijrah” sebagai bentuk kebulatan tekad semata karena Allah SWT dan Rasul-Nya.

Secara umum ada dua hal pokok tentang “hijrah”,  pertama, meninggalkan satu kondisi atau kebiasaan lama beralih kepada kondisi atau kebiasaan baru. Kedua, memiliki kesungguhan tekad yang bulat dari dalam dirinya untuk menjadi lebih baik.

Inti dari “hijrah” seseorang itu adalah perubahan diri. Fase terpenting inilah yang dialami seseorang dalam hidupnya ketika dia memiliki tekad yang kuat untuk merubah dirinya menjadi lebih baik.

Meninggalkan kebiasaan yang sudah dianggap “nyaman” itu sangat berat. Keluar dari zona “nyaman” itu memang penuh cobaan dan tantangan. Disinilah perlu mental yang kuat, penuh kesabaran dan kesungguhan. Sadar diri bahwa untuk kehidupan yang lebih baik, seseorang harus keluar dari zona “nyaman”.

“You never change your life until you step out of your comfort zone; change begins at the end of your comfort zone”, kata Roy T. Bennett. Kamu tidak pernah mengubah hidupmu sampai kamu melangkah keluar dari zona nyamanmu; Perubahan dimulai pada akhir zona kenyamananmu.

Inovasi, kreatifitas serta sesuatu yang baik itu terlahir dari seseorang yang menginginkan perubahan. Mustahil inovasi terjadi tanpa kreatifitas dan mustahil kreatifitas terlahir dari kejumudan. Perubahan inilah yang menyebabakan peradaban dunia menjadi maju.

Tanpa perubahan tidak ada inovasi, kreativitas, atau insentif untuk perbaikan. Mereka yang memulai perubahan akan memiliki kesempatan lebih baik untuk mengelola perubahan yang tak terelakkan. “Without change there is no innovation, creativity, or incentive for improvement. Those who initiate change will have a better opportunity to manage the change that is inevitable” ujar William Pollard.

Apa yang harus dipersiapkan ketika seseorang ingin melakukan perubahan terhadap dirinya?

Pertama, niat atau tekad yang kuat dan kesungguhan diri. Hal ini sangat penting sebagai fondasi yang kokoh dari dalam diri. Jika seorang muslim, kebulatan tekad itu biasanya ditandai dengan upaya penyerahan diri kepada Allah SWT. Bismillahi tawakkaltu alallohu wala haula wala quwwata illah billah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN