Erick
Erick pelajar/mahasiswa

Pemula

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Rooney dan Wajah Baru Manchester United

14 Juli 2017   21:34 Diperbarui: 15 Juli 2017   06:38 158 3 0

Masih cukup saya ingat memori 4 tahun lalu ketika seorang Romelu Lukaku mencetak hattricknya bersama West Bromwich Albion dan menaham imbang Manchester United yang baru berhasil merengkuh gelar Premier League ke-20nya dengan skor fanstastis 5-5 dan berhasil merusak pesta perpisahan sang manager legendaris Sir Alex Ferguson.

MU bermain dengan luar biasa baik diawal pertandingan, terbukti dengan keberhasilan mereka unggul tiga gol tanpa balas sebelum WBA berhasil membalas satu gol untuk menutup babak pertama. Bumbu yang dibutuhkan untuk menyebut pertandingan ini fantastis tersaji dibabak kedua, dimana MU yang berhasil unggul 5-3 hingga waktu menyisakan kurang dari 10 menit dibuat 'tercengang' akibat WBA berhasil menyamakan kedudukan dan merusak pesta yang mereka sajikan untuk sang manager kesayangan.

Drama itu pun menjadi akhir dari sebuah era. Era dimana MU berhasil bertransformasi menjadi sebuah tim sepakbola kelas wahid yang telah berhasil merasakan semua gelar bergengsi sepakbola Eropa dan memiliki modal yang cukup untuk merasakan julukan 'King Of England'.

Harapan besar tentang terus berlangsungnya kejayaan meski telah ditinggal sang masterpiece pun banyak bertebaran, terlebih ketika orang yang ditunjuk sebagai nahkoda baru klub diumumkan. Banyak yang menganggap bahwa sang suksesor adalah orang yang tepat hingga pada akhirnya waktu yang membuktikan bahwa dia tidak mampu memberikan hal yang sama seperti seorang Ferguson lakukan dahulu.

Sempat terjadi beberapa kali pergantian pelatih sebelum akhirnya seorang Jose Morinho datang ke Old Trafford yang dahulu katanya adalah Teater Impian itu. Berlabel pelatih jempolan dengan segudang prestasi dan berjuluk 'The Special One', euphoria pun langsung menyala-nyala dan pada akhir musim pertamanya benar saja, Mourinho bisa dikatakan mampu sedikit mengobati kerinduan para penggemar akan tim juara MU yang dahulu.

Optimisme akan kebangkitan United pun mulai berdengung keras, para penggemar telah menanti apa yang akan disajikan Mourinho dimusim depan bersama United. Ketika bursa transfer telah dibuka, perhatian fans pun terfokus kesana.

Pernah terjadi, kisah patah hati ketika Real Madrid memecahkan rekor transfer dunia untuk menebus seorang pemain kesayangan United pada tahun 2009 lalu dan para penggemar mungkin berharap hal tersebut tidaklah kembali terjadi hingga pada 9 Juli 2017 secara resmi melalui Instagramnya, Manchester United menyampaikan "selamat tinggal" kepada kapten sekaligus legendanya Wayne Rooney.

Mungkin Rooney yang sekarang mungkin bukanlah Rooney yang kita kenal beberapa tahun lalu. Dia tidak lagi menciptakan banyak gol seperti dulu. Secara sepakbola, bisa dibilang kontribusinya dilapangan tak lagi sevital dulu. Namun tetap saja, dia adalah seorang ikon yang telah mampu memecahkan rekor legendaris Sir Bobby Charlton sehingga kepindahannya menjadi sebuah momen menyayat hati bagi para penggemar United tentunya.

Terlepas dari itu, kepindahan Rooney secara tidak langsung semakin mempertegas transformasi United ke tahap baru, dimana mereka semakin melepas "rasa-rasa" United-nya Ferguson, mengingat Rooney merupakan salah satu pion penting Ferguson di era nya. Terhitung kini hanya tinggal menyisakan 8 pemain diskuad utama United yang pernah merasakan polesan Fergie.

Maka dari itu, cukup menarik untuk menyaksikan bagaimana wajah United selanjutnya diranah sepakbola dunia.