Mohon tunggu...
Erenzh Pulalo
Erenzh Pulalo Mohon Tunggu... Musisi - Memanfaatkan Waktu untuk Menulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Manfaat waktu untuk menulis

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Pasar Pahara Sentani Menuju Tempat Wisata Belanja

13 Agustus 2021   10:26 Diperbarui: 13 Agustus 2021   10:33 639
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan melakukan transaksi demi mencapai kesepakatan dalam jual beli barang. Kehadiran pasar sangat membantu masyarakat agar mempermudah transaksi. Karena rata - rata mama - mama Papua setelah berkebun terkadang mengalami kendala besar saat tidak adanya pasar, sedangkan tingkat kebutuhan hidup semakin meningkat terlebih ditengah pandemi Covid-19.

Jokowi dengan program membangun 5000 pasar di Indonesia akhirnya tercapai dengan menghadirkan pasar lokal di pelosok-pelosok negeri. Salah satunya Pasar Pharaa (pasar baru) Sentani kabupaten Jayapura. Pasar yang dahulunya ada dan rusak total akibat bencana, kini hadir kembali.

Pasar Pharaa yang awal pembangunannya pada periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diresmikan pada 2017 lalu. Dan kini berjalan semana mestinya, namun tetap saja banyak hal yang harus diperhatikan dan diperbaiki.

Memang kehadiran pasar pahara ini sangat membantu mama - mama khususnya yang ada di kabupaten Jayapura. Mengapa tidak, mama - mama dari Depapre, Genyem, Sentani bahkan dari Arso pun hadir dan berjualan disini.

Demi kebaikan bersama, baik penjual maupun pembeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guna meningkatkan kenyamanan dan demi mencapai tujuan utama sebagai tempat wisata belanja yang diprogramkan oleh bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki untuk mencapainya tempat wisata belanja di Pasar Pahara.
1. Sampah, merupakan benda atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi, seperti daun, kertas, pelastik dan sebagainya. Di pasar Pahara ini tidak bisa dikatakan lagi lingkungan yang sehat, karena berbagai sampah menumpuk diberbagai pojok pasar membuat lalat biru berterbangan sana sini dan mengganggu kenyamanan. Jika diperhatikan petugas kebersihan sudah menjalankan tugasnya dengan baik , hanya terkadang ada individu - individu tertentu yang tidak mempunyai kesadaran dalam menjaga kebersihan sehingga tanpa ia sadari mereka membuang sampah disembarang tempat.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

2. Orang mabuk, kata lucu jika tidak ditemukan orang mabuk di Pasar ini. Setiap hari bahkan setiap saat selalu saja ada orang mabuk. Selain berteriak sana - sini mereka juga selalu mengganggu kenyamanan pasar. Mengganggu setiap orang yang lewat, menagi penjual tanpa belas kasihan, meminta secara paksa, bahkan setelah memakan kadang mereka tidak membayarnya bahkan mereka balik memarahi penjual dan merusak barang jualannya. Lebih ngeri lagi, kadang mereka tidur ditengah jalan, dimeja jualan, bahkan mereka membuang kotoran di pasar tanpa malunya.

3. Berjualan masih beralaskan karung, luas pasar yang tidak bisa menampung semua penjual memaksakan mama - mama berjualan diluar pasar walaupun pasar yang sudah dibangun dua tingkat. Dengan beralaskan karung, plastik bahkan kertas menjadi modal utama mereka agar jualannya ludes terbeli tanpa memikirkan bertapa jahatnya terik matahari, bahkan bermodalkan payung mama - mama berusaha untuk tetap menjaga jualannya walaupun angin tetap berhembus dari kiri maupun kanan.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun