Mohon tunggu...
Analisis

Milenial dalam Pesta Demokrasi, Pentingkah?

12 Februari 2019   21:53 Diperbarui: 12 Februari 2019   22:02 0 1 0 Mohon Tunggu...

Generasi Milenial atau biasa disebut Generasi Y, adalah kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an, sering terdengar mereka sering dikaitkan dengan generasi yang paling dekat dengan teknologi. Generasi ini juga sering dipandang tidak memperdulikann kondisi politik saat ini terutama saat pesta demokrasi nanti. Tapi tahukan kamu, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih milenial mencapai 70 juta--80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Berarti sebanyak 30-40 persen mempunyai dampak besar terhadap hasil pemilu.

Dalam hal ini, partisipasi politik oleh generasi Y sangat penting karena dari persentase jumlah pemilih, generasi milenial sangat memberikan suara dalam Pesta demokrasi atau pemilu 2019. Generasi milenial juga menjadi sasaran bagi politisi-politisi yang mencalonkan dirinya sebagai anggota dewan.

Generasi muda sering kali dianggap sebagai kelompok masyarakat yang paling tidak peduli dengan persoalan politik. Mereka juga dianggap kerap mengalami putus hubungan dengan komunitasnya, tidak berminat pada proses politik dan persoalan politik, serta memiliki tingkat kepercayaan rendah pada politisi serta sinis terhadap berbagai lembaga politik dan pemerintahan (Pirie & Worcester, 1998; Haste & Hogan, 2006). Pandangan ini dibuktikan dengan adanya data bahwa generasi muda yang bergabung ke dalam partai politik cukup sedikit. 

Walaupun demikian, generasi milenial diharapkan mampu membawa dinamika politik yang sehat dan dinamis tanpa adanya unsur SARA. Tahun 2019 ini merupakan momentum politik yang membutuhkan para generasi milenial yang kritis, tanggap, kreatif, dan advokatif. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengisi pesta demokrasi contohnya mendorong gerakan antigolput, saling menghargai satu sama lain atau ikut berkampanye hashtag yang positif demi pemilu berkualitas.