Mohon tunggu...
Fajar Perada
Fajar Perada Mohon Tunggu... Jurnalis - seorang jurnalis independen

Pernah bekerja di perusahaan surat kabar di Semarang, Jawa Tengah

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

2013, Saat ARB Berdoa untuk Keberhasilan Apriyani Rahayu

6 Agustus 2021   11:16 Diperbarui: 6 Agustus 2021   11:35 52 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
2013, Saat ARB Berdoa untuk Keberhasilan Apriyani Rahayu
Twitter Aburizal Bakrie

KEBERHASILAN duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu mempersembahkan medali emas ganda putri pentas bulu tangkis Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang, menumbuhkan kebahagiaan dan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses merebut gelar juara sekaligus menggapai medali emas ganda putri setelah mengalahkan unggulan teratas dari China Chen Qingchen/Jia Yifan 21-19 dan 21-15, Senin siang, 2 Agustus 2021 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo.

Kebahagiaan dan kebanggaan itu pula yang dirasakan oleh Ir.Aburizal Bakrie, salah satu pembina olahraga terbaik tanah air. Pasalnya, Apriyani Rahayu, pasangan dari Greysia Polii, pada masa remajanya adalah pemain dari Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Pelita Jaya--belakangan dikenal sebagai Pelita Bakrie.

"Apri sekitar enam tahun bergabung dengan PB Pelita Bakrie," ungkap Icuk Sugiarto, Kamis malam, 5 Agustus 2021. Icuk Sugiarto adalah pemain utama, pelatih dan kemudian menjadi ketua PB Pelita Bakrie.

Aburizal Bakrie, biasa disapa Pak Ical atau ARB saja, juga menyatakan kebahagiaan dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa Apriyani Rahayu. ARB kemudian mengenang pertemuannya dengan Apriyani Rahayu delapan tahun lampau.

"Momen-momen yang sangat menyenangkan," papar ARB, Kamis larut malam.

Momen-momen yang sangat menyenangkan itu adalah saat ia berkesempatan menyambangi PB Pelita Bakrie di Duri Kosambi, Jakarta Barat. Saat itu, Rabu malam, 17 Juli 2013.

Ada sekitar dua jam ARB  berada di sana. Disuguhi latih tanding sejumlah pemain. Lalu, bercengkrama, bersenda-gurau, bersama mayoritas pemain yang ditangani langsung oleh juara dunia 1983,  Icuk Sugiarto.

Mereka mayoritas masih remaja, belasan tahun. ARB memompa semangat mereka. Mendoakan mereka kelak berhasil, menjadi pemain besar, mengharumkan nama bangsa di pentas internasional.

Di antara puluhan pemain itu, ada Apriyani Rahayu, yang kala itu berusia 15 tahun. Pemain asal Konawe, Sulawesi Tenggara itu, tentu saja masih terlihat imut-imut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN