Mohon tunggu...
Edy Priyatna
Edy Priyatna Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Kata yang indah adalah keluar dari mulut manismu............... Buku GEMPA, SINGGAH KE DESA RANGKAT, BUKU PERTAMA DI DESA RANGKAT.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi Implikasi Sugesti

23 Juni 2016   16:32 Diperbarui: 23 Juni 2016   16:38 30
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Puisi Implikasi Sugesti

Puisi : Edy Priyatna 

Karung ini mulai ringkih sesudah melangkahkan kaki kepada malam 

tak bergairah sesudah senyumku tak pernah palsu supaya langit hitam 

selepas kosong patera tak bersuara dengan kami telah terukir pesona 

Skenario nyata selalu sekelas karena rakyat butuh nasi meskipun 

hanya nasi basi legit dimakan dengan taram kemarin ratusan petani 

telah dirugikan kemarin ribuan penduduk kehilangan rumah sedang  

Wahai para manggala bersisa adakah hati berbobot begitu logika 

sudah mulai kedaluwarsa lubuk hati makin tergores kepada gemuruh 

kelak kuat bertahan menyaksikan kisah benua tak kunjung surut

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun