Mohon tunggu...
Edy Priyatna
Edy Priyatna Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Kata yang indah adalah keluar dari mulut manismu............... Buku GEMPA, SINGGAH KE DESA RANGKAT, BUKU PERTAMA DI DESA RANGKAT.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Suara-suaranya Akan Berbeda

23 Januari 2015   14:00 Diperbarui: 17 Juni 2015   12:32 20 7 8 Mohon Tunggu...

Suara-suaranya Akan Berbeda
Puisi : Edy Priyatna

Saat ini biarkan dia berbunyi sendiri
suara-suaranya akan berbeda
jangan kita meniupnya
agar almanak baru tidak terbuka
dan akhir tahun takkan pergi
rasa sedihku bukan untuk negeriku
tetapi buat para tukang pembuang sampah

Sehidup setiap hari tanpa alas kaki
tak mengeluh telapaknya terbakar aspal panas
dan ikhlas kulitnya kerap tersengat matahari
angin malam mulai mengalun
menyentuh tanganku untuk digerakkan
jemari tersentak mengikuti perintah
benakku nan mengatur jiwa

Setakat terjadilah goresan penaku
pada lembar-lembar suci dalam hati
menceritakan sebuah kisah pencarian
tertanam menjadi satu warna
dalam ruang ingatanku
sampai tiba waktunya
aku akan tunjukan pada kalian

Serempak aku tutup diriku
tapi jangan kalian anggap aku ini siapa
anggap saja aku makhluk baru
sudah hampir setahun bersamamu
dan setiap hari selalu kalian robek diriku
atau anggap saja aku makhluk lama
bangkit dari keterpurukan

Selanjutnya akan segera beranjak pergi
menepi dalam ketenangan
lepas bebas dalam alam kabir
pelangi fatamorgana mengurai
hingga aku semakin basah
kini kau telah tahu itu
memulangkan luka sendiri

(Pondok Petir, 23 Januari 2015)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x