Mohon tunggu...
Eny DArief
Eny DArief Mohon Tunggu... Lainnya - An ordinary woman

Halloo, apa kabar?

Selanjutnya

Tutup

Humor

Pantang Keluar Sebelum Ngalis

7 Januari 2019   11:07 Diperbarui: 7 Januari 2019   11:53 420
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
credit to : travel.kompas.com

Kedengerannya seperti moto pemadam kebakaran "Pantang Pulang Sebelum Padam"

wkewkekek.. tapi ini jauh dari cerita para lelaki tangguh pemadam kebakaran tersebut.

Para perempuan jaman now paling takut kelihatan jelek, maka segala cara ditempuh untuk tampil cetar membahenol. Para pelaku bisnis menangkap akan kebutuhan ini makanya banyak bertebaran praktek sulam alis dan sulam bibir dibanyak penjuru kota. Namun meskipun begitu, banyak juga perempuan yang tidak tertarik dengan metode sulam menyulam ini, alasannya mungkin begini :

Sudah bagus dari sono-nya

Lebih nyaman Ngalis sendiri, bisa menyesuaikan bentuk alis sesuai selera

Takut proses-nya menyakitkan.

Padahal setahu saya, proses sulam alis beda dengan proses sulam bibir yang harus ditusuk-tusuk jarum diseputar bibir sampe berdarah-darah.

(Bibir sih ditusuk-tusuk macam sate bang Bokir aja. Jadi inget kalimat fenomenal ini "Bang Bokirrr.. pesen sate seratus tusuk". Hiiyyyy Suzana).

Dari alasan-alasan tersebut, Saya NGGAK sama sekali dari ketiganya, karena alis saya sudah tebal dari sono-nya, hanya bentuknya ga simetris, kiri lebih tebal dari kanan, jadi pilihannya antar tiga : cukur/cabut pinset alis sebelah kiri agar sama tebal dengan yang kanan, atau Ngalis yang kanan saja supaya sama sangat tebal dengan yang kiri. Atau keluar rumah dengan kondisi ajib alis asimetris begini.

Pembaca bilang "Bodo amat, derita lu" wkewkekek

Saya juga bilang "Bodo amat suka suka gue, asal ga tinggi-tinggi, sebab alis bukan cita-cita"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun