Mohon tunggu...
Enik Rusmiati
Enik Rusmiati Mohon Tunggu... Guru - Guru

Yang membedakan kita hari ini dengan satu tahun yang akan datang adalah buku-buku yang kita baca

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

4 Strategi Pendampingan Belajar Anak Saat Pembelajaran Jarak Jauh

4 Juli 2021   21:38 Diperbarui: 6 Juli 2021   22:12 463 22 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
4 Strategi Pendampingan Belajar Anak Saat Pembelajaran Jarak Jauh
Ilustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Orangtua perlu memahami karakteristik cara belajar anak usia 5-12 tahun.(Sumber: Freepik.com)

"Yang membuat pusing itu ketika membangunkan dari tidur di pagi hari agar segera mengikuti pembelajaran, sementara saya kan harus menyiapkan makanan untuk keluarga"

"Saya hanya ingin ada waktu dalam sehari itu keluarga berkumpul tanpa ada gawai di tangan mereka"

"Sejak anak-anak pegang HP selama pembelajaran jarak jauh. Meski di rumah, justru saya merasa jauh dengan anak saya, mereka lebih mencintai HP-nya daripada orang tuanya"

Demikian jawaban ibu-ibu peserta pembinaan PKK Pokja I desa Tlogo Kecamatan Kanigro kabupaten Blitar, ketika diminta menceritakan pengalaman seorang ibu selama mendampangi buah hati melaksanakan pembelajaran jarak jauh oleh psikolog Devia Purwaningrum, M.Ps.

Yups, harapan orang tua, terutama ibu-ibu, pada tahun pelajaran ini putra putrinya bisa kembali belajar di sekolah didampingi langsung oleh guru-gurunya. 

Namun ternyata harapan tidak harus sesuai dengan kenyataan, virus covid-19 masih menuntut pembelajaran jarak jauh agar penyebarannya bisa benar-benar dihentikan.

Pembelajaran jarak jauh selama satu tahun lebih ini memang telah memberi dampak positif maupun negatif yang begitu besar bagi dunia pendidikan, guru, orang tua dan anak.

Dampak positifnya keluarga bisa semakin dekat, setiap hari berkumpul. Masyarakat dipaksa bereksplorasi terhadap teknologi. Yang sebelumnya gagap ilmu teknologi, setelah diterapkannya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) menjadi melek terhadap benda pintar ini.

Para pendidik dituntut untuk selalu berinovasi terhadap pembelajaran agar peserta didik tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran. 

Dan tentunya banyak peserta didik yang merasa nyaman belajar di rumah, tanpa dituntut untuk melakukan tata tertib dan peraturan yang harus ditaatinya di sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN