Mohon tunggu...
Enik Rusmiati
Enik Rusmiati Mohon Tunggu... Guru

Yang membedakan kita hari ini dengan satu tahun yang akan datang adalah buku-buku yang kita baca

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Artikel Utama

Orangtua, Jangan Hanya Ajarkan Anak Belajar untuk Hasil namun Ajarkan Juga Hal Ini

6 Desember 2020   16:08 Diperbarui: 7 Desember 2020   14:26 469 36 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Orangtua, Jangan Hanya Ajarkan Anak Belajar untuk Hasil namun Ajarkan Juga Hal Ini
Ilustrasi, anak yang sedang belajar (Sumber: parenting.co.id)

"Bu, bagaimana nilai anak saya pada semester ini? Selama di rumah, saya sudah berusaha mengarahkan belajar, semoga nilai rapor anak saya tahun ini lebih baik dari tahun lalu."

Demikian keluh orangtua siswa suatu hari dan ini bukan satu-satunya orangtua siswa yang bertanya tentang hal ini.

Barangkali kita juga termasuk salah satu orangtua seperti wali murid di atas, yang menuntut anak belajar untuk memenuhi nilai di rapor, mengharap prestasi anak bisa terukir sempurna di deretan angka pada halaman laporan hasil belajar akhir tahun pelajaran. 

Orangtua yang selalu meminta anak belajar menghafal materi pelajaran agar rapornya tidak mempermalukan orangtua di hadapan guru dan lingkungan sosial.

Memang tidak ada yang salah bila setiap orangtua mengharapkan anak-anaknya di akhir semester nilai rapornya baik, bahkan bisa menduduki rangking unggul di kelasnya. 

Namun jangan hanya itu yang dijadikan tujuan anak mau belajar. Karena bila nantinya anak tidak bisa memenuhi tuntutan orangtua, maka anak akan menjadi pusat kemarahan.

Perlunya orangtua memberi pemahaman kepada anak bahwa selain nilai berupa angka sebagai tujuan anak belajar, ada nilai moral yang diperolehnya selama proses belajar. 

Nilai kemanusiaan itu jauh lebih utama dari pada sebuah angka yang tertulis di deretan rapor siswa, seperti nilai kedisiplinan, mandiri, jujur, sabar, tangguh, tidak mudah menyerah, dan tanggung jawab.

Untuk apa nilai anak kita seratus, bila masih saja suka molor bangun bagi, tidak menjalankan perintah agama. Masih suka marah-marah bila dinasihati. Mudah patah semangat bila mendapat permasalahan dengan teman. Tidak peduli dengan kesibukan orangtua dan acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar.

Belajar bukan untuk ujian, namun ujian untuk belajar 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN