Mohon tunggu...
Enik Rusmiati
Enik Rusmiati Mohon Tunggu... Guru

Yang membedakan kita hari ini dengan satu tahun yang akan datang adalah buku-buku yang kita baca

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Lorong Sunyi

30 Oktober 2020   17:55 Diperbarui: 30 Oktober 2020   18:00 32 14 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lorong Sunyi
Gambar halaman kelas. Dokumen pribadi

Lorong sunyi ini merindukan suara decit sepatu, teriakan anak-anak lugu, meski kadang sering dijadikan alasan bersembunyi dari tugas mahaguru

Lorong sunyi ini mengenang kembali perdebatan rumus fisika dan matematika, yang sering menjelma menjadi monster menakutkan, namun terkadang berubah menjadi putri peri cantik yang selalu di rindukan

Lorong sunyi ini mengharapkan hadirnya para pemustaka, yang menjajakan buku-buku kepada perindu ilmu, meski  terkadang tak satupun sepasang mata yang meliriknya

Lorong sunyi ini menitipkan sepotong surat keluh, bahwa bangku-bangku bisu itu semakin berdebu, bahwa guru-guru semakin pilu memendam rindu.

Lorong sunyi ini meminta kepada para penentu, jangan biarkan pesan-pesan ilmu itu berlalu, tanpa suara dan tanpa kata.

Lorong ini pun berkata
"Kesunyian ini adalah ilmu yang selayaknya dicatat sebagai sebuah keniscayaan"

Blitar, 30 Oktober 2020
Enik Rusmiati

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x