Mohon tunggu...
Endro S Efendi
Endro S Efendi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Trainer Teknologi Pikiran

Intens mendalami hipnoterapi berbasis teknologi pikiran untuk membantu kualitas hidup manusia pada aspek mental, emosi, dan spiritual. Sehari-hari, aktif sebagai penulis dan hipnoterapis klinis, juga sebagai pembicara publik. Aktif menulis artikel di blog pribadi www.endrosefendi.com Juga aktif membuat konten video di https://www.youtube.com/user/endroeffendi

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

1.700 Penumpang dari Samarinda Mudik ke Pare-Pare

26 April 2022   23:39 Diperbarui: 27 April 2022   00:24 576 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

SAMARINDA -- KM Pantokrator, dengan rute Samarinda -- Pare-Pare, Rabu (27/4) siang ini diberangkatkan menuju Pelabuhan Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Kapal besi yang juga mengangkut mobil itu, sejak Selasa (26/4) malam sudah didatangi penumpang yang akan mudik Lebaran.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda Mukhlish Tohepaly kepada media ini menyampaikan, KM Pantokrator dijadwalkan berangkat pukul 13.00 Wita. Sesuai jadwal, waktu tempuh dari Samarinda menuju Pare-pare diperkirakan memakan waktu 16 jam.

"Sampai sekarang belum ada laporan, berapa jumlah penumpang yang akan naik kapal ini," sebut Mukhlish.

Mukhlish berharap, penumpang yang naik kapal ini tidak melebihi kapasitas. Dikatakan, kapasitas KM Pantokrator ini adalah 1.700 orang. Sehingga ia berharap, penumpang tidak lebih dari jumlah tersebut.    

"Semoga mudik ini bisa berlangsung dengan baik, semoga semua bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga," imbuhnya.

Sementara itu, meski penumpang baru akan berangkat Rabu (27/4) siang, namun sejak Selasa kemarin, para calon penumpang sudah berdatangan di Pelabuhan Samarinda. Terutama, para pekerja yang datang dari berbagai daerah, sengaja melintasi pelabuhan ini agar bisa mudik ke Sulawesi Selatan.

Seperti diakui Defi, wanita 19 tahun ini sebelumnya bekerja di kebun kelapa sawit di Resak, Kutai Barat. "Kami dari Resak berangkat 3 mobil," katanya. Ia pun bermalam di pelabuhan beralas lantai seadanya agar bisa mudik. Ia berencana pulang ke kampung halaman di Bulukumba setelah sebelumnya tidak pernah mudik ke kampung halaman karena pandemi Covid 19.

"Ya seneng, bisa mudik. Sudah kangen keluarga," tuturnya. Defi pun terpaksa pulang hanya dengan anaknya, karena suaminya tetap bertahan di Resa untuk bekerja di kebun kelapa sawit. (*)

 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan