Mohon tunggu...
Endro S Efendi
Endro S Efendi Mohon Tunggu... Penulis & Trainer Teknologi Pikiran

Intens mendalami hipnoterapi berbasis teknologi pikiran untuk membantu kualitas hidup manusia pada aspek mental, emosi, dan spiritual. Sehari-hari, aktif sebagai penulis dan hipnoterapis klinis, juga sebagai pembicara publik. Aktif menulis artikel di blog pribadi www.endrosefendi.com Juga aktif membuat konten video di https://www.youtube.com/user/endroeffendi

Selanjutnya

Tutup

Sehatdangaya

OOTD? Ah Jadi Diri Sendiri Aja

24 Mei 2019   18:04 Diperbarui: 25 Mei 2019   05:56 0 4 0 Mohon Tunggu...
OOTD? Ah Jadi Diri Sendiri Aja
penulis (kiri)/dokpri

Baru kali ini saya dibuang bingung oleh Kompasiana. Begitu membaca tema tulisan untuk hari ini, yang muncul adalah "Esai Foto: OOTD ngabuburit & bukber". Duh gusti, beneran saya tidak paham. OOTD itu apa? Apakah saya benar-benar terlalu tua sehingga tidak paham istilah yang mungkin gaul. Atau karena saya 'ndeso' sehingga tidak tahu apa itu OOTD.

Tapi itulah Kompasiana, memaksa saya harus tahu dan harus paham dengan tren kekinian. Saya sempat tanya ke Eyang Google. OOTD adalah Outfit of The Day. Sampai sini saya masih belum paham. Ini maksudnya apa coba? Apa hubungannya OOTD dengan ngabuburit dan bukber.

Saya bener-bener puyeng. Asli kurang paham dengan tema kali ini. Beruntung saya kenal salah satu redaktur Kompasiana. Ketemunya juga tidak sengaja, di salah satu event. Kami sama-sama menang event Instagram. Jadilah berdua naik panggung, dan saat itulah saya tahu jika beliau adalah salah satu redaktur Kompasiana.

Tanpa rasa malu, padahal aslinya malu-maluin, saya pun tanya ke beliau. OOTD itu apa ya? Maksudnya yang ditulis soal apa? Setelah beliau jelaskan, barulah saya paham. Oalaah, soal pakaian yang dipakai untuk buka puasa bersama atau ngabuburit.

dokpri
dokpri
Masa iya sih begituan aja dibahas? Saya akhirnya mencari informasi lagi di Google. Busyet, ternyata memang ada tema ini. Ada orang yang sekali pakai baju, dari ujung rambut sampai kaki, harganya puluhan juta, bahkan sampai ratusan juta. Di sini saya semakin paham. Saya memang ndeso. Benar-benar sudah hidup dalam beda generasi dan harus tertatih-tatih memahami hal ini.

Maka saya pun memutuskan, di tulisan esai foto kali ini, saya jadi diri sendiri. Lihat saja foto saat kumpul bareng beberapa teman sekolah saya. Saya menggunakan kaos merah, dengan celana kain warna hitam. Sama sekali tak bisa ditiru dan tidak pantas dibahas. Pakaian biasa tanpa ada sentuhan keistimewaan sama sekali.

Begitu juga teman saya, pakai kaos biasa. Sementara yang wanita mengenakan baju muslim sehari-hari. Rasanya terlalu berlebihan untuk dibahas. Yang penting bagi saya dan teman-teman, itulah pakaian yang enak dan nyaman kami kenakan.

dokpri
dokpri
Biarlah kami dengan gaya seperti ini, jadi diri sendiri. Tanpa harus memaksakan diri mengikuti tren yang ada di kota besar. Ngabuburit atau buka puasa, poin utama yang penting pakai baju. Sebab tentu jadi musibah kalau sampai tidak mengenakan baju. Bener bukan?

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan untuk sahabat semua. (*)