Mohon tunggu...
Endri  Prasetyo
Endri Prasetyo Mohon Tunggu... Penulis

Penulis FLP Bekasi, Owner @emasminibekasi, Alumni Unida Gontor

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Mewaspadai Gerakan Sekularisme

22 Juli 2021   22:35 Diperbarui: 22 Juli 2021   22:50 52 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mewaspadai Gerakan Sekularisme
muslimahtimes.com

            Tantangan yang dihadapi milenial saat ini bukan saja bagaimana bisa hidup dengan nyaman dan memiliki penghasilan yang besar. Melainkan para kaum milenial juga harus melek terhadap perkembangan sosial dan perabadan yang terjadi. Di mana saat ini bisa lihat bahwa peradaban generasi milenial sudah mulai teracuni oleh peradaban barat dan perlahan mulai melepaskan agama dari tatanan kehidupannya.

            Diantara corak dari peradaban barat yang masuk ke negeri ini adalah pola pikir sekuler yang sudah banyak diadopsi oleh para petinggi kekuasaan. Karena konsep ini mengajak untuk tidak mempersatukan antara agama dengan politik atau kekuasaan.   

            Pada hari rabu (7/7), SPI Jakarta memulai kuliah perdana di semester 2 dengan tema yang menarik untuk disimak, yaitu sekularisme. Sebuah konsep yang perlahan mulai digandrungi oleh sebagian kaum milenial saat ini. Di mana konsep ini berasal dari majunya peradaban barat yang mulai tersebar hingga ke nusantara.

            "Di barat pun, sebenarnya sekularisme juga telah menghancurkan Kristen. Karena di sana mayoritas Kristen, maka agama itulah yang menjadi target. Bagi orang-orang sekuler, agama itu menghambat ambisi mereka dalam menggapai kekuasaan," ujar Akmal Sjafri.

            "Bila di eropa Kristen yang menjadi target, lain hal dengan di Indonesia, di mana Islam menjadi agama mayoritas. Maka, target kaum sekuler di negeri ini adalah menghacurkan Islam dengan cara mendoktrin para pemeluknya untuk melepaskan agama pada tatanan politik," tambah Kepala Sekolah SPI itu.

            Kajian itu perlu dibahas khususnya pada tatanan kaum muda, sebab di tangan generasi milineal akan terbaca nasib agama dan bangsa di masa mendatang. Walau nyatanya, masih banyak generasi milenial yang tak tahu akan masalah ini dan bagaimana cara menghadapinya.

VIDEO PILIHAN