Mohon tunggu...
Muhammad Syawal Djamil
Muhammad Syawal Djamil Mohon Tunggu... Penikmat Kopi Sanger.

Meminati Isu-isu Politik, Pendidikan dan Sosial Budaya Masyarakat. Tulisan-tulisan lainnya bisa diakses di: https://emsyawall.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Puasa Jangan pada Siang Hari Saja, tapi Juga pada "Malam Harinya"

25 Mei 2019   17:19 Diperbarui: 27 Mei 2019   11:56 0 2 0 Mohon Tunggu...
Puasa Jangan pada Siang Hari Saja, tapi Juga pada "Malam Harinya"
Sumber: https://www.thejakartapost.com 

Tradisi Indonesia, berburu makanan untuk menu berbuka.

PUASA merupakan aktivitas ibadah secara sukarela dengan cara berpantang diri dari makan, minum, dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu. Puasa menjadi kewajiban bagi umat Islam jika bertemu dengan bulan Ramadhan.

Puasa tidak hanya dilakukan oleh umat Islam saja, namun juga dilakukan oleh umat lainnya. Yang membedakan hanyalah norma ketika menjalankan puasanya.

Sebagai contoh, umat Yahudi mereka berpuasa hingga enam hari dalam satu tahun. Jika pada saat puasa menggosok gigi, maka dihukum dengan tindakan yang haram. Dan begitu juga umat agama lainnya, punya aturan atau norma tersendiri dalam berpuasa --yang berbeda dengan Islam .

Nah, dalam literatur Islam, diketahui bahwa puasa sudah dijalankan sejak masa Nabi-nabi terdahulu --bukan hanya ada pada Nabi Muhammad SAW saja. Hanya saja Nabi-nabi terdahulu berpuasa dengan waktu yang tidak sama dengan umat Nabi Muhammad SAW. Sebagai contoh, Nabi Adam AS --merujuk pendapat Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur'an al-Adhim-- berpuasa selama tiga hari tiap bulan sepanjang tahun. Ada juga riwayat lain mengatakan bahwa Nabi Adam AS berpuasa tiap tanggal 10 Muharram sebagai ungkapan syukur lantaran Allah mengizinkannya bertemu dengan istrinya, Hawa, di Arafah.

Sementara Nabi Nuh AS diketahui dalam banyak riwayat mengatakan berpuasa selama setahun penuh, kecuali dua hari raya. Begitu juga dengan Nabi-nabi lain, seperti Nabi Ibrahim As, Nabi Daud AS, dan Nabi Sulaiman AS serta Nabi-nabi lainnya.

Pada esensinya para Nabi melakukan puasa adalah sebagai bagian dari pembuktian iman dan ketaatan kepada Allah SWT, dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang bertakwa.

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, tentu kita bersyukur, jika kewajiban berpuasa  hanya diwajibkan satu bulan saja dalam setahun,  itupun dengan kisaran waktu "menahan diri" hanya antara belasan jam. Sebagaimana diungkapkan oleh sebuah studi yang dilakukan CupoNation menyatakan bahwa Ramadan tahun ini, waktu puasa negara di dunia memiliki durasi mulai dari 11 jam 10 menit hingga 21 jam 42 menit.

Selandia Baru menjadi negara dengan durasi puasanya terpendek. Sementara Indonesia memiliki durasi puasa terpendek kedua di Asia. Sedangkan negara yang secara berurutan memiliki durasi puasa terpanjang atau terlama tahun ini yaitu Greenland adalah Islandia dengan durasi pada hari pertama 19 jam 33 menit dan hari terakhir 21 jam 39 menit.

Namun demikian, terpenting bagi kita yang sedang menjalani ibadah puasa saat ini ialah bukan pada singkat atau lamanya puasa. Namun, pada kemampuan mengendalikan diri atau menahan diri yang tidak hanya mampu kita lakukan di siang harinya saja (dari waktu imsak sampai tibanya waktu berbuka). Melainkan kita harus sanggup juga berpuasa saat dan pasca berbuka.

Ya, saat berbuka nafsu makan kita terkadang tak terkendalikan hingga kita menyantap apapun yang tersedia di depan mata --yang sudah dibelanjakan saat menjelang berbuka puasa.

Tentu jika aktivitas berpuasanya demikian, maka nikmat puasa dan manfaat puasa bagi pemulihan kesehatan jasmani dan rohani kita jauh dari harapan. Wallahu a'lam.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x