Mohon tunggu...
Muthiah Alhasany
Muthiah Alhasany Mohon Tunggu... Penulis - Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Kuliah Nyambi Jadi Atlet

4 Agustus 2021   17:35 Diperbarui: 4 Agustus 2021   17:42 610
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dulu saya pernah menjadi atlet, meski tidak sampai tingkat nasional. Setidaknya ada prestasi yang berhasil diraih di bidang olahraga. Saya menekuni bela diri karate.

Sebetulnya, latihan karate merupakan salah satu hobi saya. Semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, saya mulai belajar karate. Karate adalah salah satu kegiatan ekstra di sini.

Mengapa karate? Mungkin karena saya tomboy. Saya lebih suka kelihatan kuat daripada lemah lembut. Saya benci jika menjadi perempuan cengeng yang mudah menangis.

Sewaktu kuliah saya melanjutkan latihan karate walaupun berbeda perguruan. Kebetulan, Iwan Fals yang juga pernah menjadi atlet nasional kuliah dan membuka Dojo di kampus yang sama. Saya mulai lagi dari nol, sabuk putih.

Karena postur tubuh saya yang lumayan tinggi, punya kaki panjang, maka senjata saya ada di kaki. Tendangan saya cepat dan tepat. Iwan Fals mengarahkan untuk mengasah hal itu 

Saya baru sabuk hijau ketika diterjunkan dalam pertandingan. Kala itu, pertandingan karate se- Jawa Bali untuk mahasiswa. Kami menggunakan nama kampus. 

Dalam pertandingan ini saya berhasil meraih gelar juara ketiga untuk kelas 53 kg kumite putri. Saya menerima plakat dan piagam yang kemudian di simpan di kampus.

Setelah itu, di sela-sela kuliah saya semakin sering bertanding. Teman-teman saya tidak heran jika sewaktu-waktu melihat mata saya lebam terkena pukulan lawan selagi bertanding.

Untuk menjadi atlet yang mumpuni, saya harus banyak latihan. Jika akan menghadapi pertandingan, maka saya latihan dua kali, pagi dan malam hari.

Bahkan pada musim pertandingan, saya lebih banyak latihan karate daripada kuliah. Untunglah nilai-nilai saya masih cukup bagus. Latihan dan kuliah seiring sejalan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun