Mohon tunggu...
muthiah alhasany
muthiah alhasany Mohon Tunggu... Penulis - Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Bos Pujaan Wanita, Aku Bisa Apa?

11 Juli 2021   16:48 Diperbarui: 11 Juli 2021   17:14 114 23 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bos Pujaan Wanita, Aku Bisa Apa?
Ilustrasi: Kara Sevda, bintang film Turki (dok.tabloid profil artis dunia)

Hai, kaum wanita, apa yang akan kalian lakukan jika memiliki bos yang nyaris sempurna? Bos seorang pria, tidak hanya ganteng, penuh perhatian dan baik hati? Jelas lelaki seperti ini bakal menjadi bos pujaan wanita.

Itulah yang saya alami. Saya pernah mempunyai bos yang menjadi idola para wanita di salah satu organisasi politik. Boleh dikatakan semua wanita mengejarnya, tidak terkecuali yang sudah bersuami.

Wanita-wanita ini sangat senang mencari perhatian sang bos. Entah itu dengan menyediakan makanan kesukaan, selalu mengerjakan tugas sebelum disuruh, hingga sengaja berlenggak-lenggok agar si bos menoleh kepadanya. 

Beberapa hal yang mereka lakukan kadang menggelikan. Hampir setiap hari mereka mengintip ruangan sang bos melalui pintu sambung ke ruang sekretaris. Jangan salah, sekretaris dan bendahara berebut mencari perhatian dia juga.

Lantas saya bisa apa? Duh, kalau bukan karena iman yang kuat, dan selalu menjaga akhlak, mungkin saya juga tergila-gila kepadanya. Namun selama ini saya tidak pernah mengejar laki-laki, seberapa pun mengagumkan dia.

Bagi saya, kekaguman justru saya tujukan kepada Yang Maha Pencipta. Allah SWT yang menciptakan makhluk dengan begitu indah. Dia memiliki banyak kelebihan, selain ganteng, pintar, baik dan sebagainya. Dia juga bukan perokok, tubuhnya tinggi besar dengan raut wajah indo.

Kelebihan yang dimilikinya membuat banyak lelaki iri kepadanya, bahkan ada yang sangat membencinya. Wajar saja, jika dia ada, pandangan semua wanita tertuju kepadanya.

Sedangkan saya lebih suka berdiam diri. Maklum saya seorang introver, jarang berbicara dan berkumpul. Saya memilih minggir dari persaingan yang konyol itu. Saya senang membaca buku di pojok ruangan atau menulis artikel. Sementara mereka, wanita-wanita itu senang berdandan, berhaha-hihi, nongkrong di kafe mahal atau belanja ke mal.

Ajaibnya, mereka justru iri kepada saya. Apa sebab? Ternyata ketika mereka berkumpul mencari perhatian bos, malah si bos memuji saya. Dia menjadikan saya sebagai wanita yang patut dicontoh.

Hal itu saya dengar dari wanita yang mengejar dan selalu mencari perhatian bos. Dia kesal karena hanya saya yang sering disebut dan selalu dipuji-puji. Di sisi lain, dia penasaran mengapa bos selalu memuji saya.

Padahal kalau dari sisi kecantikan, saya kalah dengan mereka. Wanita-wanita itu sangat modis, pandai berdandan. Sedangkan saya sangat sederhana, kemana-mana pun cuma naik kereta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN