muthiah alhasany
muthiah alhasany Penulis

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Artikel Utama

Tiga Langkah Besar AS dan Israel Menuju Penyerangan ke Iran

14 Mei 2019   20:13 Diperbarui: 15 Mei 2019   09:07 2107 13 7
Tiga Langkah Besar AS dan Israel Menuju Penyerangan ke Iran
Kapal induk AS (dok.sabahdaily)

Diam-diam Iran adalah target utama bagi Amerika Serikat dan Israel. Sedangkan Palestina, Yaman, dan Suriah adalah sasaran antara.

Oleh karena itu, penyerangan ke negara itu direncanakan dengan sebaik-baiknya supaya tidak gagal. Dengan cermat kedua negara ini melakukan persiapan secara bertahap.

Menyerang Iran tidak bisa sembarangan. Posisi dia ada di sebelah Turki. Walau bagaimana, Turki adalah anggota NATO yang secara normal, tidak boleh disenggol.

Apa yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel adalah mengkondisikan lingkungan sekitar Iran agar mendukung penyerangan tersebut. Amerika Serikat sudah mendatangi Mesir, Jordania, Irak, Bahrain, UEA dan Arab Saudi.

Setelah negara-negara itu digalang untuk mendukung gerakan Amerika Serikat, lalu masuk tahap berikutnya. Antara lain mencari kesalahan Iran dan memilih lokasi base camp.

Berikut ini tiga langkah besar yang menjadi landasan Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran.

Pertama adalah dengan menguasai dataran tinggi Golan. Wilayah ini dahulu adalah milik Suriah. Dalam perang tahun 1967, Israel berhasil mengalahkan Suriah dan mengklaim dataran tinggi Golan.

Namun meski telah diklaim oleh Israel, dunia tidak mau mengakuinya. Apalagi masih ada masyarakat Suriah yang tinggal di sana.

Kemudian, beberapa bulan lalu Amerika Serikat membuat pengakuan bahwa dataran tinggi Golan adalah sah milik Israel. Dengan dukungan negara adidaya ini, sulit bagi masyarakat internasional untuk menentang.

Dataran tinggi Golan merupakan wilayah yang strategis untuk mendirikan base camp bagi pasukan Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran. Penyerangan melalui darat, tampaknya akan berbasis di sini.

Kedua, Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bahwa pemimpin Iran, Ayatollah Khomeini memiliki kekayaan terbesar sejumlah 200 miliar dolar. Kekayaan ini setara dengan separuh hutang luar negeri Indonesia.

Apa maksudnya Amerika Serikat mengumumkan kekayaan pemimpin Iran tersebut? Padahal secara logika, hal itu bukan urusan negara lain.

Amerika Serikat hanya ingin mencari kesalahan Iran, seolah olah Ayatollah Khomeini bisa memiliki kekayaan karena korupsi. Dan ini bisa dijadikan pembenaran untuk menggulingkan pemimpin Iran itu.

Sebab, masalah nuklir yang terus didengungkan oleh Amerika Serikat sudah tidak laku dijual. Sebagian negara sekutu di Eropa Barat tidak menyetujui pemutusan perjanjian nuklir dengan Iran.

Ketiga, kapal induk Amerika Serikat telah berlayar ke teluk. Kapal besar ini jelas telah dipenuhi dengan perlengkapan perang.

Bukan hanya pasukan yang dibawa oleh kapal induk tersebut, tetapi juga persenjataan termasuk rudal. Pesawat tempur dan helikopter juga telah disiapkan. Saat ini kapal induk itu stand by di teluk dan siap bergerak kapan saja gedung putih memerintahkan. 

Lalu kapan penyerangan akan dimulai? Belum bisa dipastikan, karena menjadi rahasia antara Amerika Serikat dan Israel. Namun ada kemungkinan tidak akan lama lagi.

Iran sangat menyadari ancaman Amerika Serikat dan Israel yang sudah dekat. Negara ini juga mempersiapkan diri. Tidak ada negara yang mau menyerah begitu saja terhadap kesewenangan negara Zionis.