muthiah alhasany
muthiah alhasany Writer/blogger, traveller, politician. Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. (email: ratu_kalingga@yahoo.co.id)

Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal WA: 08881818757

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Antara Alda, Vanessa, dan Eksploitasi Tubuh Perempuan PSK

11 Januari 2019   20:42 Diperbarui: 11 Januari 2019   20:46 620 16 4
Antara Alda, Vanessa, dan Eksploitasi Tubuh Perempuan PSK
Vanessa Angel (dok.suara.com)

Apalah masih ada yang mengingat satu kasus kematian seorang artis bertahun tahun yang lalu? Artis bernama Alda, yang terkenal dengan lagu berjudul 'aku tak biasa'. Ia ditemukan tewas di sebuah kamar hotel.

Berdasarkan penyelidikan polisi, seorang lelaki yang diduga kekasihnya, membawa Alda ke hotel tersebut. Dan ternyata lelaki itu sudah pindah beberapa hotel sambil membawa Alda, sebelum ia tewas.

Alda tewas dalam keadaan kelelahan dan juga over dosis obat terlarang. Bagaimana dia bisa mengalami nasib tragis seperti itu? 

Kisah  yang beredar di antara sesama wartawan, Alda memiliki profesi sampingan seperti  halnya Vanessa Angel saat ini. Dia berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan menjajakan diri.

Ada dugaan bahwa selama dibopong lelaki tersebut, Alda mengalami eksploitasi seks secara berlebihan. Dan karena dia sudah tidak sanggup, lelaki itu mencekoki sang artis dengan obat terlarang.

Salah satu resiko paling buruk yang dihadapi perempuan adalah melayani lelaki yang mengidap seks maniak dan juga psikopat. Mereka bisa melakukan apa saja terhadap tubuh perempuan yang dibayarnya.

Dari kasus kasus yang pernah saya baca di luar negeri, lelaki yang memiliki kelainan seks sangat kejam. Mereka melakukan berbagai eksperimen untuk memuaskan hawa nafsu seks yang menyimpang.

Perempuan yang jatuh ke dalam jebakannya, akan mendapatkan kekerasan seksual. Para maniak ini tak segan menggunakan tubuh perempuan itu berbagai eksperimen. Misalnya dengan memasukkan benda ke dalam vagina.

Contoh lain adalah lelaki yang hanya terangsang jika perempuan itu dalam keadaan kesakitan. Karena itu ada yang menghajar perempuan sebelum melakukan hubungan seks. 

Masih banyak contoh lain yang jarang diketahui masyarakat awam. Apalagi di Indonesia, dimana kasus seperti ini lebih banyak ditutupi.

Ironinya, para maniak ini seringkali adalah orang yang kelihatan alim dan baik hati. Orang orang di sekitarnya mengenal dia sebagai tokoh yang disegani. Ada yang pejabat, pengusaha, bahkan bergelar ulama.

Hal ini yang juga diungkapkan dalam buku Jakarta Under Cover.  Sebuah kehidupan yang berlangsung sampai sekarang karena tidak ada upaya memberantas mereka.

Apa pun bentuk prostitusi, yang menjadi korban selalu perempuan. Mereka yang selalu disalahkan. Padahal hal itu bisa diminimalisir jika pelaku dan penikmat zina mendapat hukuman sepadan.

Vanessa Angel dan beberapa artis lain yang terlibat saat ini, mungkin belum bernasib seburuk Alda. Ia masih beruntung karena mendapat pelanggan yang normal. Karena itu dia masih bisa tersenyum dan tertawa.

Namun satu hal yang harus disadari oleh mereka, bahwa ada resiko terburuk dari profesi yang dijalani tersebut. Resiko kerusakan tubuh, penyakit mematikan, bahkan juga kematian. 

Artis artis muda ini tampaknya belum melek terhadap resiko tersebut. Mereka hanya membayangkan penghasilan besar untuk memenuhi gaya hidup sebagai artis.

Jadi sekiranya artis artis yang kecemplung dalam dunia hitam ini mengabaikan soal dosa, setidaknya mereka harus mengetahui resiko terburuk yang bisa terjadi. 

Hal ini bukan dimaksudkan membolehkan mereka untuk menceburkan ke dunia prostitusi, tapi justru untuk mencegah mereka larut dalam dunia itu. Kesenangan yang didapat sebenarnya tidak sebanding dengan resikonya.

Dalam dunia prostitusi, lelaki berada dalam posisi yang aman, tidak bersalah dan menganggap dirinya tidak berdosa. Apalagi di tengah budaya patriarki yang cenderung membela lelaki dan menyalahkan perempuan.